Tautan-tautan Akses

PBB Kumpulkan Lebih Dari $700 Juta Dalam Bantuan  Segera Bagi Korban Tsunami - 2005-01-12


PBB mengatakan lebih dari $700-juta telah dijanjikan oleh berbagai donor internasional bagi bantuan segera kepada para korban bencana tsunami bulan lalu. Setelah konferensi donor internasional di Jenewa hari Selasa, koordinator bantuan kemanusiaan PBB Jan Egeland mengatakan ini adalah untuk pertama kali badan dunia itu mengumpulkan uang sebanyak itu segera setelah terjadi bencana. Ia mengatakan ia yakin sumbangan akan segera melampaui imbauan bantuan darurat sebesar hampir satu-milyar dolar yang dikeluarkan oleh PBB pekan lalu. Permohonan bantuan darurat PBB itu adalah untuk memenuhi kebutuhan segera orang-orang yang selamat selama enam bulan mendatang. Para pejabat memperkirakan bahwa pemerintah dan orang biasa telah menjanjikan lebih dari tiga milyar dolar untuk bantuan jangka pendek dan panjang bagi 12 negara yang terkena dampak gempabumi dan tsunami tanggal 26 Desember.

Sementara itu, pemerintah Indonesia menyatakan apa yang disebutnya “kesepakatan secara gentlemen” bagi gencatan senjata-sementara telah dicapai dengan kelompok pemberontak di provinsi Aceh yang ditimpa bencana tsunami. Setelah bencana bulan Desember itu, para pejabat memperingatkan petugas-petugas bantuan darurat akan ancaman dari GAM.

Pihak pemberontak membantah tuduhan pemerintah bahwa mereka menyerang konvoi bantuan darurat dan mereka telah berjanji untuk tidak mencelakakan para petugas kemanusiaan. Para petugas bantuan kemanusiaan mengatakan mereka tidak terlalu khawatir tentang serangan pemberontak, tetapi seorang jurubicara untuk badan bantuan internasional Amerika USAID memberitahu VOA bahwa semua petugas bantuan kemanusiaan menyambut baik kesepakatan yang meredakan ketegangan.

Sementara, sejumlah pakar forensik dari manca negara kini di Thailand dan Sri Lanka untuk ikut mengidentifikasi orang-orang yang tewas dalam tsunami mematikan bulan lalu.

Dengan menggunakan arsip perawatan gigi, sidik jari dan sampel DNA, para pejabat berharap mengindentifikasi ribuan mayat, sebagian sudah dikuburkan dalam berbagai kuburan massal.

Di Thailand, di mana banyak di antara yang hilang adalah warga asing, para pejabat telah mendirikan Pusat Identifikasi Korban Bencana untuk mengkoordinasi upaya-upaya itu. Operasi itu diduga akan berlangsung selama enam bulan.

Berbagai bantuan kemanusiaan berlanjut di Asia selatan sementara para petugas mencari jenazah, mengangkati reruntuhan, membangun kembali infrastruktur dan berupaya mencegah wabah penyakit di kalangan orang-orang yang selamat.

XS
SM
MD
LG