Tautan-tautan Akses

Pemerintah Indonesia Minta Keringanan Hutang - 2005-01-10


Menteri luar negeri (Indonesia) Hassan Wirayuda menghimbau bantuan internasional untuk memastikan agar bantuan dan pertolongan bagi korban tsunami tidak membelokkan anggaran bagi program penting lain pemerintah. Dalam pembicaraan dengan perdana menteri Inggris di London hari Senin, Menlu Hassan mengatakan pemerintah Indonesia sedang memfokuskan diri untuk membangun kembali propinsi Aceh yang binasa. Namun, katanya, Indonesia perlu tetap mempunyai sumber untuk meneruskan upaya memberantas korupsi, mengentaskan kemiskinan dan mengatasi pengangguran. Seterusnya Menlu Hassan mengatakan Indonesia selama 30 tahun ini tetap memenuhi kewajibannya atas hutang luar negerinya sebesar 132 miliar dolar. Namun menservice hutang ini sekarang akan menelan sekitar separoh dari anggaran negara. Hari Minggu Prancis mengatakan Kelompok Negara Kreditor yang dikenal dengan nama Paris Club bisa menyetujui negara-negara yang ditimpa tsunami menangguhkan pembayaran hutang mereka.

Sementara itu, Kanada mengatakan negara itu akan menyumbang sampai 350 juta dolar dalam 5 tahun untuk membantu negara-negara yang dilanda gempa bumi dan tsunami bulan lalu di Asia – lebih 5 kali lipat dari jumlah yang dijanjikan semula oleh Ottawa. Para pejabat mengatakan hari ini paket itu mencakup bantuan kemanusiaan dan kebutuhan rehabilitasi, dan untuk pembangunan kembali bangunan dan harta yang rusak. Sebelumnya bulan ini, Kanada menjanjikan kira-kira 65 juta dolar untuk membantu korban tsunami. Dalam pernyataan lain, para pejabat Kanada mengatakan jumlah warga Kanada yang hilang di negara yang terkena tsunami telah turun dari 146 menjadi 37 orang.

XS
SM
MD
LG