Tautan-tautan Akses

Kofi Annan Himbau Pemerintah Sri Langka dan Pemberontak Tamil Kesampingkan Perbedaan Politik  - 2005-01-09


Sekretaris Jenderal PBB Kofi Annan menghimbau pemerintah Sri Langka dan kelompok pemberontak Macan Tamil agar mengesampingkan perbedaan politik mereka di saat negara itu memulai upaya pembangunan kembali setelah dilanda bencana tsunami bulan lalu. Kofi Annan mengatakan hari Ahad ini ketika dia mengakhiri kunjungannya selama dua hari ke Sri Langka bahwa dia melihat penduduk dari berbagai agama dan etnis yang berbeda saling tolong menolong setelah terjadinya bencana tanggal 26 Desember lalu. Pemimpin PBB itu mengatakan para pemimpin politik dapat mencontoh hal itu.

Selama kunjungannya ke daerah daerah yang dilanda tsunami di Sri Langka hari Sabtu kemarin, Annan tidak diizinkan oleh pemerintah Sri Langka memasuki wilayah di bagian timurlaut yang parah dihantam tsunami yang dikuasai oleh kaum pemberontak. Annan mengatakan dia berada di Sri Langka sebagai tamu pemerintah dan pemerintah Sri Langka mengatur rencana perjalanan itu.

Sementara di Sri Langka selatan, seorang laki-laki tua ditemukan terperangkap di bawah reruntuhan bangunan, tapi dia masih hidup, hampir dua minggu setelah gelombang tsunami memporak-perandakan negara itu. Laki-laki yang berusia kira-kira 60 tahun itu, ditemukan hari Sabtu siang kemarin di kota Galle yang hancur. Dia tampak kebingungan dan hanya dapat menyebutkan namanya dengan pelan. Para petugas rumah sakit menyatakan orang itu sangat kehausan dan menunjukkan gejala terkena radang paru-paru setelah terperangkap tanpa makanan dan air minum selama hampir dua minggu.

Sementara itu, para petugas bantuan bencana tsunami di Banda Aceh hari Ahad pagi terbangun oleh suara tembakan, mengakibatkan kecemasan tentang keamanan para petugas bantuan yang berdatangan ke daerah itu. Ada berita simpang siur mengenai siapa yang bertanggung-jawab atas insiden dekat kantor utama bantuan PBB itu. Ada yang menyatakan bahwa tembakan itu berasal dari kaum pemberontak separatis dan sebagian lain menyatakan pelaku tembakan itu adalah anggota tentara yang merasa tertekan. Tidak ada ada yang cedera dalam insiden itu.

Jumlah dana bantuan bencana tsunami yang dijanjikan oleh masyarakat dan individu telah melebihi lima milyar dolar. Jumlah korban tewas akibat bencana gempa bumi dan tsunami yang terjadi tanggal 26 Desember baru lalu kini melebihi 153.000 jiwa.

XS
SM
MD
LG