Tautan-tautan Akses

AS dan Iran Kemungkinan Akan Bentrok Mengenai Isu Nuklir - 2004-09-15


Amerika Serikat dan Irak tampaknya akan bentrok mengenai program nuklir Republik Islam itu. Washington dikabarkan mendesak badan tenaga atom PBB supaya mengesahkan resolusi yang akan menetapkan batas waktu tanggal 31 Oktober bagi Teheran supaya menghentikan programnya untuk memperkaya uranium dan memberi akses seluas-luasnya ke semua tempat. Badan Tenaga Atom Internasional atai IAEA pekan ini akan bertemu di Wina. Para diplomat mengatakan resolusi itu lebih keras daripada yang semula ditulis oleh Prancis. , Jerman dan Inggris yang menetapkan bulan November bagi Iran untuk mengungkapkan sifat program nuklirnya. Direktur IAEA Mohamed El Baradei telah memperingatkan supaya batas waktu tidak ditetapkan. Dutabesar Iran Hossein Mousavia memberitahu pertemuan IAEA hari Senin bahwa negaranya mempunyai hak hukum untuk memperkaya uranium.

Sementara, Direktur nuklir PBB mengatakan ia tidak bisa mengesampingkan kemungkinan bahwa Iran memiliki program senjata nuklir – tetapi mengatakan ia menentang penetapan batas waktu terhadap Teheran saat ini. Direktur Badan Tenaga Atom Internasional disingkat IAEA, Mohammed El Baradei, hari Selasa mengatakan sebegitu jauh belum ada bukti kuat bahwa Iran kini membuat senjata nuklir. Tetapi ia mengatakan ia tidak bisa menyatakan dengan pasti bahwa program nuklir Teheran semata-mata untuk tujuan damai. Amerika menghendaki agar IAEA memberlakukan batas waktu tanggal 31 Oktober bagi Iran untuk mengungkapkan sepenuhnya sifat program nuklirnya, atau menghadapi kemungkinan sanksi PBB. El Baradei tidak bersedia menetapkan batas waktu, dengan mengatakan penyelidikan atas aktivitas nuklir Iran mendetail dan memerlukan tambahan waktu. Amerika sejak lama mencurigai Iran hendak membuat senjata nuklir. Iran bersikeras program nuklirnya dimaksudkan untuk membangkitkan tenaga listrik.

XS
SM
MD
LG