Tautan-tautan Akses

Stasiun TV Al-Jazeera Bertekad Akan Terus Meliput Perang di Irak - 2004-08-08


Televisi satelit Al-Jazeera yang berbahasa Arab mengatakan akan terus meliput perang di Irak meskipun ada perintah pemerintah sementara negara itu supaya menutup kantor-kantornya di Bagdad dalam waktu sebulan. Dalam pernyataannya Al Jazeera mengatakan penutupan itu tidak dapat dibenarkan, tetapi bukannya tidak diperkirakan. Sebelumnya bulan ini, Menteri Luar Negeri Irak Hoshyar Zebari menuduh televisi yang berkedudukan di Qatar itu menyiarkan laporan memihak dan mengancan akan menutup kantor-kantor mereka di Bagdad. Sebelumnya hari ini Perdana Menteri Irak Iyad Allawi mengatakan penutupan itu perlu karena liputan stasiun televisi itu mendorong kekerasan dan menghasut kebencian. Menteri Luar Negeri Falah al-Naqib mengatakan Al-Jazeera “mendorong penjahat meningkatkan aktivitas mereka” dengan menyiarkan penculikan dan sandera yang diancam hendak dieksekusi.

Di lain kesempatan, sebelumnya Perdana Menteri sementara Irak telah mengumumkan amnesti 30 hari bagi pemberontak dan mengundang ulama radikal Syi’ah Moqtada al-Sadr mengambilbagian dalam pemilihan umum bulan Januari. Iyad Allawi mengatakan, tujuan amnesti itu adalah agar warga Irak dapat kembali ke masyarakat sipil, bukannya mengambilbagian dalam pemberontakan. Allawi juga mengatakan proses politik di Irak terbuka bagi siapapun yang menaati hukum. Undangan itu diulurkan kepada Moqtada al-Sadr Sabtu kemarin, saat pasukan marinir Amerika bentrok untuk hari yang ketiga dengan milisi Sadr di Najaf, dimana dua anggota marinir tewas hari Jumat. Sementara itu satu tim pelopor NATO akan segera tiba di Bagdad untuk merintis jalan bagi misi memberi bantuan logistik kepada pemerintah Irak.

XS
SM
MD
LG