Tautan-tautan Akses

Kontroversi Pemilu di Florida - 2004-07-20


Empat tahun setelah masalah kartu suara di negara bagian Florida menimbulkan kericuhan dalam pemilihan presiden Amerika tahun 2000, timbul lagi kontroversi di negara bagian itu. Ada pemilih di Florida yang mengatakan, mesin pemilu dengan komputer layar sentuh, yang digunakan untuk mencegah terulangnya masalah empat tahun yang lalu, ternyata tidak dapat diandalkan.

Para pendemo yang marah di Florida belum lama ini melakukan protes di kantor Dinas Pemilu Kabupaten Broward, di kota Fort Lauderdale, tidak jauh di utara Miami.

Mereka mengatakan, dalam pemilihan presiden tahun ini, mereka akan minta secarik kertas sebagai bukti, setelah memberikan suara dengan mesin pemilu layar sentuh.

Mesin mesin pemilu layar sentuh telah dikirim ke 15 dari 67 kabupaten di Florida, termasuk Miami-Dade, Broward dan Palm Beach, di mana paling banyak terjadi masalah kartu suara dalam pemilihan presiden tahun 2000.

Karena masalah itu, harus dilakukan penghitungan ulang selama 36 hari, disusul putusan Mahkamah Agung bahwa Presiden Bush dinyatakan sebagai pemenang di Florida, dengan selisih hanya 537 suara.

Tahun ini, diperkirakan Florida sekali lagi akan menjadi negara bagian kunci. Cara Campbell, salah seorang pendemo di depan kantor Dinas Pemilu Kapupaten Borward, menyatakan keprihatinannya: “Yang paling merisaukan saya adalah, meskipun kita mendapat tanda terima yang menyatakan bahwa kita telah memberikan suara, tidak ada yang tahu apa yang terjadi di dalam mesin pemilu itu. Saya ingin pemilu dengan kartu suara, yang dapat dihitung. Itulah yang saya inginkan.”

Para pejabat pemilu Florida mengatakan, mesin mesin pemilu ini jauh lebih baik daripada kartu suara coblos, yang dalam kasus tertentu, tidak didesain dengan baik, dan tidak akan dihitung kalau pencoblosan tidak dilakukan dengan benar.

Brenda Snipes, pengawas pemilu di Kabupaten Broward mengatakan, ia memahami perasaan para pemilih yang menginginkan surat bukti dari mesin pemilu layar sentuh. Tetapi hanya DPRD Florida yang dapat mengotorisasi printer untuk mesin pemilu, dan mereka belum memberikan otorisasi itu. Brenda Snipes mengatakan, ia percaya keandalan mesin pemilu, tetapi ada isu isu yang memprihatinkan para pemilih.

Kata Brenda Snipes: “Saya tidak meragukan keandalan mekanis mesin mesin ini. tetapi karena ada keprihatinan di pihak pemilih, kita harus berusaha sekuat tenaga memulihkan kepercayaan pemilih. Akan baik sekali kalau ada bukti di atas kertas. Tetapi dari apa yang saya tahu, bukti di atas kertas tidak akan ada. Itu tidak adil. Para pemilih prihatin dan sangat emosional mengenai hal ini.”

Keraguan baru mengenai mesin pemilu muncul belum lama ini ketika para pejabat di Miami-Dade melaporkan adanya masalah dalam kemampuan mesin mesin itu mengaudit hasil pemilu. Seth Kaplan, jurubicara Dinas Pemilu Kabupaten Miami-Dade mengatakan, pabrik pembuat mesin mesin itu telah menyediakan piranti lunak untuk mengkoreksi masalah itu, yang menurutnya, tidak akan mempengaruhi integritas proses penghitungan suara, tetapi hanya kecepatan penghitungan.

Kata Seth Kaplan: “Sebagian besar isu isu teknis yang telah kita dengar dan baca dalam berita, tidak mempengaruhi integritas pemilu. Dalam kasus kasus tertentu, isu itu mungkin mempengaruhi kecepatan pelaksanaan proses tertentu. Meskipun kami ingin melakukan semua secepat cepatnya, yang terpenting adalah melakukannya setepat-tepatnya. “

Para pejabat pemilu di Florida mengatakan, perubahan sistem dari kartu suara ke mesin layar sentuh adalah teknologi baru sama sekali, yang tentu saja akan menimbulkan keprihatinan di kalangan pemilih yang belum begitu mengenal mesin mesin baru itu. Namun, mereka menambahkan, mesin mesin baru ini jauh lebih akurat daripada kartu suara, dan masalah masalah yang terjadi selama pemilihan presiden tahun 2000 tidak akan terulang.

Adaptasi oleh Djoko Santoso

XS
SM
MD
LG