Tautan-tautan Akses

Moqtada al-Sadr Akan Dukung Pemerintahan Irak, Jika Berusaha Mengakhiri Kehadiran Militer AS - 2004-06-12


Ulama muslim radikal, Mogtada al-Sadr, yang para pendukungnya bentrok dengan pasukan militer pimpinan AS dalam dua bulan ini, mengatakan, dia akan mendukung pemerintahan sementara Irak, kalau pemerintah itu berusaha untuk mengakhiri kahadiran militer AS di Irak.

Nada kerukunan Moqtada al-Sadr itu keluar Jumat kemarin dalam kotbah yang dibacakan oleh seorang pembantunya di Kufa, tempat terjadinya pertempuran baru-baru ini antara kaum milisi Sadr dan pasukan AS.

Para pembantu Sadr mengatakan, Moqtada al-Sadr menyatakan bersedia berdialog dengan pemerintah sementara Irak dengan syarat, pemerintah itu menetapkan jadwal waktu bagi diakhirinya pendudukan Irak oleh koalisi pimpinan AS.

Ulama radikal itu menjadi buron para pejabat Irak karena tuduhan terlibat dalam pembunuhan.

Para pejabat AS bermaksud akan menyerahkan kedaulatan kepada pemerintah sementara Irak 30 Juni yang akan datang.

Resolusi PBB yang disetujui oleh Dewan Keamanan PBB Selasa baru lalu menetapkan tahun 2006 bagi diakhirinya kehadiran pasukan multi-bangsa di Irak.

XS
SM
MD
LG