Tautan-tautan Akses

WARGA  KETURUNAN ASIA  DAN HISPANIK MENGUBAH AMERIKA <br>(Oleh  Leon Howell) - 2004-03-30


Amerika selalu terkenal merupakan negara yang sebagian besar penduduknya kulit putih, tetapi hal itu akan berubah secara mencolok dalam 50 tahun mendatang. Orang Amerika keturunan Asia dan Hispanik berada di barisan depan dalam perubahan itu.

Angka statistik Biro Sensus Amerika mengukuhkan apa yang telah diduga. Jumlah warga Amerika keturunan Asia dan Hispanik akan bertambah tiga kali pada tahun 2050. Orang kulit hitam akan bertambah tetapi lamban. Sedang yang kulit putih hanya bertambah 7 persen.

Akibatnya, untuk pertama kalinya dalam sejarah Amerika, penduduk kulit putih jelas tidak lagi golongan mayoritas. Ini akan terjadi dengan kecepatan yang luar biasa. Sekarang, 7 dari 10 warga Amerika berkulit putih. Pada tahun 2050, 5 di antara 10 orang berkulit putih.

Lalu hampir 5 dari yang 10 itu adalah keturunan Asia, Hispanik , Afrika, Timur Tengah, atau suku Indian Amerika. Kenyataan baru akan terasa di bidang sosial, politik, ekonomi dan agama.

Statistik selalu bikin pusing. Warga keturunan Asia adalah golongan minoritas yang terpesat pertambahannya. Mereka sekarang berjumlah kurang lebih 11 juta, hampir empat persen dari jumlah penduduk. Pada tahun 2050 jumlah mereka akan lebih dari 3 juta atau lebih dari 7% dari jumlah penduduk.

Pada tahun yang sama, warga Hispanik , yang sekarang merupakan golongan minoritas terbesar di Amerika, diduga akan berjumlah lebih dari 100 juta jiwa, atau hampir 25 persen dari 420 juta jumlah penduduk Amerika. Sementara keturunan Afrika diduga akan mencapai 61 juta.

Yang menarik, 60 persen kenaikan jumlah warga keturunan Asia akan merupakan pendatang, sedang pertambahan warga Hispanik yang berasal dari pendatang 35 persen, dan selebihnya adalah dari mereka yang lahir di Amerika.

Berikut cara lain untuk melihat perubahan mengenai siapa-siapa yang menjadi penduduk di Amerika. Pada tahun 1960, masyarakat terbesar kelahiran asing berasal dari Eropa. Pada tahun 1965 Kongres Amerika mengesahkan undang-undang imigrasi baru yang mencabut larangan masuk bagi pendatang dari Asia dan Amerika Latin. Sekarang, daftar negara-negara yang mengirim jumlah pendatang terbesar ke Amerika adalah Kuba, India , Cina, Filipina, Vietnam dan Meksiko.

Masyarakat Amerika keturunan Asia yang kurang lebih separuhnya sekarang tinggal di tiga negara bagian Amerika , yaitu California, Hawaii dan New York, menyebar-luas ke seluruh Amerika, khususnya di negara-negara bagian kecil seperti North Dakota dan Idaho di Amerika Serikat bagian tengah.

Wisconsin memiliki penduduk keturunan Asia 53.000 orang sepuluh tahun lalu. Sekarang negara bagian itu menjadi tempat tinggal lebih dari 100.000 orang, dengan 15.000 orang keturunan Laos yang jumlahnya akan membengkak lebih besar dalam setahun mendatang. Judy Xiong yang membuka toko mi di Milwaukee, kota terbesar di negara bagian Wisconsin mengatakan, anggota masyarakat keturunan Laos yang berjumlah 13.000 bertambah setiap hari.

Apakah arti semua ini untuk masa depan ? Itu sedang diperdebatkan. Samuel Huntington, seorang penulis “The Clash of Civilization” berpendapat bahwa itu merupakan bahaya besar. Dalam majalah The Foreign Affairs Huntington menulis bahwa pertumbuhan jumlah warga Hispanik khususnya “mengancam akan membagi Amerika menjadi dua penduduk, dua kebudayaan, dan dua bahasa.”

Tanpa diragukan lagi ketegangan akan timbul kalau warga Amerika keturunan Asia, Hispanik dan Afrika bersatu untuk memajukan kepentingan utama mereka.

Tetapi ada alasan untuk optimistis. Tidak ada tipikal orang Amerika. Amerika sekarang dan selamanya merupakan tanah imigran. “Kami akan memiliki angkatan kerja yang lebih bersikap toleran terhadap orang-orang yang mempunyai latar belakang berbeda,” kata seorang ahli demografi. Secara lokal dan nasional, warga Amerika keturunan Asia kemungkinan akan membentuk koalisi pan Asia dalam isu-isu yang penting bagi mereka, seperti pendudukan, perawatan kesehatan, dan berjuang melawan diskriminasi ras. Kalau mereka mampu membentuk aliansi dengan kelompok-kelompok lain, kata Pauline Ong, seorang bekas pejabat terpilih di San Francisco,”Mereka memiliki kekuatan suara yang besar dalam pemilu lokal, negara bagian, dan nasional.

Ini merupakan tantangan. Tetapi jangan lupa. Amerika adalah tempat di mana terdapat makanan Cina, gado-gado Indonesia, makanan kimchee Korea, dan semua makanan Asia yang sekarang merupakan bagian tetap dalam hidangan makanan di Amerika. Sudah pasti asimilasi serupa juga akan terjadi di bidang politik dan kebudayaan.

Diterjemahkan oleh Purwati Soeprapto

XS
SM
MD
LG