Tautan-tautan Akses

Integrasi Imigran India Di Amerika Serikat - 2003-10-07


Imigran di Amerika Serikat harus bisa memutuskan sejauh mana mereka mengintegrasikan diri dalam masyarakat Amerika, dan sejauh mana mereka mempertahankan adat-istiadat dan kebudayaan asli mereka. Tidak terkecuali masyarakat India di Amerika. Bagaimana orang India yang bermigrasi ke Amerika melakukan itu, berikut penuturan seorang imigran India.

Meera Puri mengajar Filsafat di Universitas Delhi sebelum pindah ke Amerika sebagai pengantin baru di tahun 1973. Ia kemudian bekerja sebagai manajer keuangan di Amtrak, sebuah perusahaan kereta api nasional, sambil membesarkan dua anak perempuannya. Kini setelah ia melewati usia 55 tahun, ia pensiun dan mencurahkan waktunya untuk mengajar dan melakukan hal-hal yang berhubungan dengan kebajikan. Setelah 30 tahun tinggal di Amerika, ia masih saja mengenakan pakaian sari, mengajar bahasa Hindi dan agama Hindu di Sekolah Minggu India. Ia mengatakan, ia merasa sangat nyaman menjadi seorang Hindu di Amerika.

Puri berkata “Singkatnya, saya katakan bahwa gagasan pembauran adalah bagus tapi saya lebih suka menjadi diri saya sendiri. Karena itu saya tetap bertahan menjadi seorang India, saya dan barangkali juga semua orang India di sini, berusaha mempertahankan segala sesuatu yang serba India jauh lebih kuat ketimbang para sejawat yang tinggal di India namun berusaha menjadi kebarat-baratan.”

Puri mengatakan baginya menyesuaikan diri dengan kehidupan di Amerika relatif mudah, karena ketika ia datang ia sudah dewasa, dengan segala nilai hidup yang dimiliki. Ke-India-an dan ke-Hindu-annya sudah meresap dalam dirinya, dan ia menerima kebudayaa Amerika dalam kehidupan sehari-hari tanpa melihatnya sebagai ancaman bagi indentitas dirinya.

Puri berkata: “Saya mengenakan pakaian Barat dan saya merasa sangat nyaman, Saya mengenakan pakaian India, dan saya sangat nyaman. Saya kira sungguh menyenangkan bahwa anak-anak kita melihat itu.”

Anak perempuannya kini berusia 29 dan 24 tahun. Satu diantaranya tengah menyelesaikan kuliah kedokterannya, lainnya psikologi klinik. Puri mengatakan, kedua anaknya telah memiliki memiliki kesimbangan antara identitas India dan identitas Amerika. Namun ia mengakui, itu berhasil dicapai setelah melalui sejumlah konflik di masa remaja mereka.

Anak-anak ini India di rumah dan Amerika di luar. Mereka dilahirkan di sini, jadi yang mereka kethaui pertama adalah bahwa mereka orang Amerika. Saya tidak dilahirkan di sini, jadi ketika datang saya seorang India. Jadi ada alasan mengapa anak-anak ini mengalami krisis identitas.”

Puri mengatakan, sangat penting bagi orangtua untuk memberikan anak-anak mereka yang kelahiran Amerika dasar-dasar yang baik dalam warisan etnik dan agama.

Kepada kedua anaknya, Puri mengajarkan kebudayaan, khususnya tari, untuk menghubungkan mereka dengan warisan India mereka. Menurutnya, jika ia mengajarkan seni budaya India, anak-anaknya juga akan mempelajari agama melalui seni itu. Puri mengakui ia mengajarkan kedua anaknya sebuah tarik klasik yang dikenal sebagai Bharata Natyam.

Dengan kedua anak yang kini sudah besar dan tinggal terpisah darinya. Meera Puri kini mencurahkan lebih banyak waktu untuk praktik-praktik keagamaan dan mengajar. Puri mengajar anak-anak berusia delapan sampai sembilan tahun di sekolah minggu India di sekitar tempat tinggalnya.

Puri berkata: “Kami mengajarkan mereka mengenai para pemuka atau pemimpin agama besar dalam sejarah agama tidak hanya dari India tapi juga dari berbagai penjuru dunia. Apa yang coba dipertahankan orang-orang itu, mengapa mereka menjadi terkenal, apa yang menjadi titik balik mereka, apa yang membuat mereka sangat besar. Tujuan saya mengajarkan itu pada anak-anak adalah agar jika mereka mengambil nilai bagus, nilai itu akan terus dibawa mereka.”

Puri mengatakan, pendalamannya terhadap semangat ajaran Hindu, telah mengingkatkan penghargaanya terhadap Amerika dan orang-orang Amerika yang bersedia menerima keragamaan budaya dan kepercayaan di negeri mereka.

Diterjemahkan oleh Arief Budiman

XS
SM
MD
LG