Tautan-tautan Akses

Presiden Megawati Tidak Akan Hadiri Setahun Peringatan  Bom  Bali - 2003-09-10


Presiden Megawati Sukarnoputri tidak bermaksud menghadiri peringatan tahun pertama serangan bom yang menewaskan 202 orang di Bali yang akan dilangsungkan bulan depan. Menteri Luar Negeri Hassan Wirayuda hari Selasa mengatakan Presiden Megawati akan sibuk dengan kunjungan Presiden Aljazair Abdelaziz Bouteflika ketika upacara peringatan itu berlangsung. Wirayuda mengatakan ini berarti ia juga tidak akan bisa memenuhi permintaan Perdana Menteri John Howard untuk bertemu di Bali guna membahas upaya bersama untuk memerangi terorisme. Australia mengatur upacara peringatan itu dan PM Howard akan menghadirinya, bersama-sama dengan 1500 keluarga para korban. Canberra menanggung biaya mereka. Wirayuda di Jakarta mengatakan ia tidak bermaksud mengadakan upacara peringatan nasional atas pemboman itu.

Sementara itu, tersangka otak serangan teroris tahun lalu di Bali menerima kemungkinan bahwa ia akan dihukum mati jika didapati bersalah. Imam Samudera memberita televisi Australia hari Selasa bahwa ingin mati sahid di tangan regu-tembak. Samudera akan dijatuhi hukuman hari Rabu ini di Bali atas tuduhan merecanakan, membiayai dan melaksanakan serangan-serangan tanggal 12 Oktober yang menewaskan 202 orang – termasuk 88 warga Australi. Ia merupakan salah satu dari kurang lebih 30 orang yang dituduh berperan dalam pemboman itu. Tersangka berusia 33 tahun itu diduga adalah seorang anggota senior kelompok militan Islam regional, J-I, yang dipersalahkan pihak berwenang atas pemboman itu.

XS
SM
MD
LG