Tautan-tautan Akses

Pasukan Koalisi Meruntuhkan  Pos Keamanan Gelap di Afghanistan Timur - 2003-07-27


Pasukan koalisi di Afghanistan – termasuk sejumlah pasukan darat Afghanistan yang rapuh – mengatakan mereka telah meruntuhkan beberapa pos jaga gelap dari sejumlah jalan utama di Afghanistan timur. Jurubicara militer AS Kolonel Rodney Davis mengutarakan kampanye yang merupakan bagian dari "Operasi Penyapu Pejuang" – itu ditujukan untuk memburu para pemberontak, termasuk para pejuang al Qaida dan mantan anggota Taleban yang telah melakukan serangan-serangan di wilayah itu. Kolonel Davis mengungkapkan pasukan koalisi telah membersihkan jalan utama dari ibukota propinsi Paktia Gardez ke Khost, sementara Angkatan Darat Afghanistan telah merebut kendali dari kelompok milisi di sepanjang jalan menuju kota Zermat. Sebagian besar daerah pedesaan Afghanistan dikuasai para tuan tanah dan tentara mereka sendiri. Pengaruh pemerintahan Presiden Hamid Karzai dewasa ini hanya di seputar ibukota Kabul saja. Kantor berita Associated Press mengutip Kolonel Davis yang menyebutkan bahwa kelompok Taleban dan al Qaida merasa enggan untuk melakukan peperangan besar dengan pasukan koalisi, dan kini tampaknya hanya memusatkan pada serangan-serangan teror kecil-kecilan saja. AS telah mengambil alih pimpinan dalam usaha membangun kembali angkatan bersenjata Afghanistan menjadi pasukan yang tangguh.

Sementara itu, sekitar 300 pengungsi Afghanistan telah melakukan aksi mogok makan hari ke tiga dan demonstrasi duduk di sebuah gereja di Brussel untuk memprotes penolakan pemerintah Belgia memberikan mereka suaka politik. Para demonstran itu - termasuk 120 anak-anak – mulai memasuki gereja St. Croix Kamis lalu, mendesak bahwa mereka akan tetap tinggal di sana sampai pihak pemerintah mengubah kebijakan mereka. Para pemrotes tsb mengatakan, keadaan masih terlalu berbahaya untuk mereka kembali ke tanah air. Pemerintah Belgia bersikeras situasi di Afghanistan telah stabil dan aman bagi para pengungsi tsb untuk pulang. Kelompok-kelompok HAM menyangkal, seraya mengungkapkan kondisi di sana masih belum memadai bagi orang-orang itu untuk pulang. Organisasi Amnesty International, melaporkan bulan Juni lalu bahwa situasi keamanan telah memburuk dan adalah tidak mungkin dilakukannya repatriasi dalam waktu dekat ini. Menurut Kantor Berita Prancis, lebih dari 1000 pengungsi Afghanistan telah menerima pemberitahuan untuk meninggalkan Belgia dalam waktu 3 bulan ini.

XS
SM
MD
LG