Tautan-tautan Akses

SEMARAK BUNGA MUSIM SEMI <br></br>Oleh: Puspita Sariwati - 2003-04-22


Suara burung berkicau, kuntum daun dan bunga di cabang dan ranting pohon mulai tampak, angin berhembus agak dingin, kadang langit mendung dan hujan deras. Semua ini mengawali datangnya musim semi di Amerika. Bagi pecinta alam dan mereka yang suka akan pergantian musim, suasana semacam itu menggugah sanubari, rasanya hidup kembali setelah mengalami musim dingin bersalju yang cukup panjang. Untuk menggambarkan suasana pergantian musim seperti itu, orang Amerika memiliki ungkapan, “In like a lion, out like a lamb. April showers bring mayflowers”. Ungkapan itu diartikan, bulan Maret yang masih dingin diiringi angin dan hujan, namun lambat laun menjadi sejuk dan hujan pada bulan April menghasilkan banyak bunga.

Musim semi tidak ada di negara tropis. Jika kita hidup di negara yang hanya memiliki dua musim seperti Indonesia, kita tidak melihat adanya perubahan pada tanaman dan pohon-pohon. Sedangkan di negara yang memiliki empat musim seperti Amerika, pada musim semi seperti saat ini, tunas tanaman bermunculan dari dalam tanah. Para pecinta tanaman mulai membersihkan kebunnya sambil menunggu kuncup-kuncup itu berbunga. Sebagian dari mereka juga menanam tumbuhan baru yang diharapkan tumbuh pada musim panas sekitar Juli-Agustus.

Keunikan yang terdapat di sini adalah jenis-jenis bunga dan tanaman yang tumbuh sesuai musim. Tanaman digolongkan dalam jenis annual dan perennial. Jenis annual berarti tanaman ini hidup sepanjang tahun kecuali musim gugur dan salju, seperti petunia, pansy, marigolds, globe candytuft dan zinnias. Untuk jenis sayuran seperti timun, tomat, lombok dan kacang panjang. Jadi tanaman jenis ini harus ditanam lagi tahun berikutnya.

Sedangkan tanaman jenis perennial artinya abadi, akan tumbuh kembali setiap tahun, tanpa harus menanamnya lagi. Jadi satu kali ditanam, tanaman ini akan tumbuh lagi pada musim semi atau musim panas tahun berikutnya. Bunga-bunga yang bersifat abadi ini antara lain, sakura, snapdragon, tulip, daisy, mawar, lily, gladiol dan daffodil. Sayuran yang tidak perlu kita tanam kembali di antaranya, kemangi, buah arbei atau strawberry, kiwi dan cherry. Bunga gladiol dan stargazer lily yang harum semerbak, biasanya bermekaran pada awal musim panas, sekitar pertengahan bulan Juni – Juli dan usia mekar bunga matahari bisa bertahan hingga September. Bagi penggemar sayuran, mereka dapat menikmati buahnya setelah tanaman itu berusia 60 - 70 hari, seperti tomat, mentimun dan kacang panjang. Perbedaannya dengan di Indonesia, sayur dan buah-buahan kebanyakan ditanam oleh para petani yang memiliki lahan luas, jarang sekali ditanam oleh warga yang tinggal di perkotaan. Sedangkan di Amerika, mereka yang tinggal di tengah kotapun banyak yang suka menanam sayur dan buah-buahan, bahkan di sepetak tanah kecil di depan rumah dan di dalam pot untuk menanam buah-buahan jenis kerdil, seperti apel dan persik.

Bagaimana dengan harga dan cara mendapatkannya? Harga bibit bunga jenis annual biasanya jauh lebih murah daripada jenis perennial. Di Amerika, bunga-bunga annual berkisar dari $ 1,00 sampai $ 3,00 di pot-pot berukuran kecil. Sedangkan jenis perennial $ 4,00 ke atas. Namun biasanya bunga-bunga perennial dibeli dalam bentuk umbi atau tunas pohon. Sebagai gambaran, untuk 15 umbi bunga tulip bisa dibeli dengan harga $ 6,00. Untuk tunas pohon yang sudah setinggi satu meter, harga sekitar $ 10,00 sampai 50,00, tergantung jenis pohonnya.

Di Amerika terdapat banyak tempat-tempat penjualan bunga, baik kios-kios, di green house para petani ataupun di toko-toko alat bangunan yang sekaligus menjual aneka bunga, bibit sayuran dan pupuk. Perusahaan besar penjual bibit bunga, buah dan sayuran juga menawarkan pesanan lewat pos atau mail order. Jika konsumen tertarik pada salah satu katalog yang mereka kirimkan, konsumen itu bisa langsung memesannya baik dengan blangko yang tersedia, melalui telepon maupun internet. Pembelian ini ditambah lagi dengan ongkos kirim berkisar $ 6,00.

Orang Amerika menikmati kebunnya sampai musim gugur bulan Oktober, ketika daun-daun bunga berganti warna menjadi kuning keemasan, oranye, merah, dan coklat tua, yang menciptakan keindahan tersendiri.

Oleh: Puspita Sariwati

XS
SM
MD
LG