Tautan-tautan Akses

Presiden Bush:  Irak Sudah Jelas Tidak Melucuti Senjatanya - 2003-01-22


Presiden Bush menampik imbauan-imbauan agar Irak diberi tambahan waktu untuk melucuti senjata, dengan mengatakan sudah jelas Baghdad tidak mau menyingkirkan senjata penghancur massal. Presiden Bush mengatakan senjata terlarang yang ditangan Presiden Irak Saddam Hussein merupakan ancaman serius bagi Amerika dan sekutunya. Ia mengatakan demikian setelah Rusia, anggota-tetap Dewan Keamanan PBB mengikuti jejak Prancis rekan seanggota, dalam menentang setiap resolusi PBB yang mengizinkan tindakan militer terhadap Irak saat ini. Tetapi Deputi Menteri Luar Negeri Amerika Richard Armitage mengatakan pilihan dunia untuk berurusan secara damai dengan Presiden Saddam Hussein sudah hampir habis. Sementara itu, Baghdad hari Selasa berjanji akan bekerja-sama sepenuhnya dengan proses inspeksi itu.

Sementara, Amerika mengirim tambahan kapal dan tentara ke kawasan Teluk Parsi dalam persiapan bagi kemungkinan perang dengan Irak. Menteri Pertahanan Amerika Donald Rumsfeld telah memerintahkan pengerahan dua lagi kapal induk grup-tempur dan 37-ribu tentara lagi. Perkembangan terbaru ini menambah jumlah personil militer yang diperintahkan ke kawasan itu dalam sebulan ini menjadi hampir 140-ribu. Beberapa pejabat Pentagon mengatakan pengerahan itu kelak bisa mencapai jumlah seperempat juta tentara darat, laut, udara dan marinir. Perintah pengerahan hari selasa itu terjadi setelah Inggris mengumumkan pengiriman pasukan besar-besaran ke kawasan Teluk.

XS
SM
MD
LG