Tautan-tautan Akses

Buruh Kereta Api Korsel Setuju Akhiri Pemogokan, Buruh Listrik Terus Mogok - 2002-02-27


Buruh kereta api Korea Selatan telah mengakhiri pemogokan dua hari setelah perundingan pada malam hari dengan para pimpinan perusahaan, namun pembicaraan terpisah dilanjutkan untuk mengakhiri pemogokan oleh buruh listrik. Para pegawai kereta api setuju untuk kembali bekerja setelah pimpinan berjanji akan berusaha mempersingkat jam kerja dan memberikan beberapa tunjangan baru keuangan. Namun, rencana penswastaan pemerintah-yang menjadi alasan utama dari pemogokan itu-tetap tidak diubah. Para pegawai perusahaan listrik dan kereta api, yang mengadakan pemogokan pada hari Senin, karena takut rencana penswastaan pemerintah itu akan mengakibatkan penghentian tenaga kerja secara besar-besaran. Sebelumnya diberitakan, puluhan ribu pegawai dua pabrik mobil Korea selatan paling besar, ikut pemogokan yang dilancarkan oleh para pekerja kereta api dan listrik. Pemogokan itu dimulai hari Senin untuk mendesak supaya pemerintah memperpendek hari kerja dan menghapuskan rencana penswastaan berbagai perusahaan pemerintah. Para pekerja pabrik mobil Hyundai dan kia ikut dalam pemogokan itu sebagai tanda solidaritas dengan para pekerja kereta api dan listrik. Kata Presiden Kim Dae-jung hari Selasa, tindakan tegas akan diambil terhadap para pemogok, dan berharap bisa menyelesaikan keresahan buruh itu lewat dialog. Keterangan Kim itu dikeluarkan pada saat polisi mengeluarkan surat perintah penangkapan atas 36 pemimpin buruh. Para buruh yang mogok itu menuntut diberlakukannya hanya lima hari kerja tiap minggu dan dibatalkannya rencana menjual tiga buah perusahaan pemerintah. Kata mereka, kalau penjualan itu jadi dilakukan, akan terjadi pemecatan pegawai dalam jumlah besar.

XS
SM
MD
LG