Tautan-tautan Akses

Pertempuran Antar Suku di Afghanistan Terus Berlanjut - 2002-02-03


Pemimpin sementara Afghanistan Hamid Karzai berusaha mencari cara menyelesaikan konflik kesukuan yang menantang wewenangnya dan dapat mengobarkan pertumpahan darah antar suku. Hamid Karzai belum lama ini mengangkat seorang panglima suku Padshah Khan menjadi gubernur propinsi Paktia. Namun pekan lalu, anak buah Padshah Khan terpukul mundur dari ibukota Paktia, Gardez, setelah pertempuran dua hari melawan para pendukung dewan kesukuan setempat yang menentang pengangkatan Padshah Khan. Pertempuran itu menewaskan 50 orang, dan merupakan kekerasan terburuk sejak Taliban terguling bulan Desember lalu. Para pengikut Padshah Khan telah menyatakan tekad akan merebut kembali Gardez. Pertempuran di Afghanistan bagian timur dan bentrokan bentrokan kecil di utara mengancam kekuasaan Hamid Karzai, yang kemarin pulang dari lawatan sepekan ke luar negeri. Dalam kunjungan ke Amerika dan Inggris, Karzai mendesak masyarakat internasional agar menempatkan pasukan internasional di kota-kota lain di Afghanistan dan memperluas mandatnya. Sebelumnya diberitakan, pasukan etnis kesukuan Afganistan yang kalah yang setia kepada komandan perang Padshah Khan sedang bersiap melancarkan serangan balasan terhadap kota Gardez, Afganisatan Timur, dalam usaha menyingkirkan saingan mereka yang merebut kota itu pekan ini dalam pertempuran sengit dua-hari. Pergulatan kekuasaan itu melibatkan pasukan-pasukan pengikut Khan – gubernur yang baru ditunjuk pemerintah sementara Afganistan – dan dewan kota Gardez yang menentangnya. Saudara laki-laki Khan memberitahu kantor berita Associated Press bahwa persenjatana dan amunisi telah dikirim kepada pasukan panglima perang itu di bukit-bukit di luar kota Gardez, dan bahwa pertempuran kemungkinan akan dimulai lagi se-dini hari Minggu ini. Pertempuran dua-hari sebelumnya pekan ini menewaskan paling kurang 50 orang.

Sementara, kontingen pendahulu yang terdiri dari 190 personil militer Perancis telah tiba di Kyrgystan untuk membantu menyiapkan lapangan terbang untuk digunakan bagi koalisi anti-teroris di Afganistan. Panglima satuan Perancis Kolonel Saster Kochanowski mengatakan kepada wartawan hari ini bahwa pasukan pendahulu itu mencakup dokter, insinyur dan personil pendukung lainnya. Ia mengatakan, pasukan tersebut menyertai 16 tentara Prancis yang sudah lebih dulu berada di lapangan terbang tersebut. Mereka akan membantu menyiapkan kedatangan 200 lagi anggota kontingen Perancis dan enam pesawat tempur jet Mirage. Ia mengatakan seluruhnya 450 tentara Perancis akan ditempatkan di lapangan terbang Manas Bishkek itu. Dua-ratus tentara Amerika sudah ditempatkan di pangkalan itu, yang akan ditambah menjadi tiga ribu orang. Jet-jet Perancis akan melakukan penerbangan ke Afganistan untuk membantu operasi anti teroris pasukan koalisi. Rusia, yang menganggap Kyrgystan dan negara-negara bekas Uni Soviet lainnya sebagai halaman belakang tidak menyatakan keberatan atas penggelaran pasukan koalisi anti teroris itu.

XS
SM
MD
LG