Tautan-tautan Akses

Israel Tak Beri Ijin Arafat Hadiri Perayaan Natal di Bethlehem - 2001-12-23


Israel melarang pemimpin Palestina Yasser Arafat pergi ke Bethlehem, Tepi Barat, untuk menghadiri perayaan Natal. Kabinet keamanan Israel mengatakan hari ini, Arafat tidak berbuat cukup untuk membongkar organisasi-organisasi teroris Palestina, atau mencegah serangan terhadap Israel. Arafat minta agar Israel mengizinkannya melewati wilayah yang dikuasai Israel di Tepi Barat, untuk menuju Bethlehem. Ia telah menyatakan, akan melakukan perjalanan itu dengan atau tanpa izin Israel. Kalau perlu, ia akan berjalan kaki. Yasser Arafat selalu menghadiri misa malam sebelum Natal di Bethlehem sejak kota itu berada di bawah kekuasaan Palestina enam tahun lalu. Israel mengeluarkan larangan itu meskipun sehari sebelumnya kelompok militan Hamas mengumumkan akan menghentikan serangan terhadap Israel. Kelompok militan lain, Jihad Islam, belum mengeluarkan pernyataan serupa. Semalam di Jalur Gaza, penguasa Palestina menahan dua orang anggota Jihad Islam. Polisi mengatakan, kedua orang itu menembaki polisi Palestina dalam bentrokan yang timbul ketika berlangsung upacara pemakaman di kamp pengungsi Jabalya. Dalam bentrokan itu, enam orang tewas, puluhan lainnya cedera.

Sebelumnya, Para pejabat Palestina mendesak Israel supaya mengurangi tindak kekerasan yang telah membuat macet perundingan damai timur tengah. Perunding utama Palestina, Saeb Erakat mengatakan, keputusan kelompok hamas untuk menghentikan serangan bom bunuh diri sebagai suatu langkah penting. Dia menganjurkan supaya Israel membalas tindakan itu dengan menarik pasukannya dari kawasan Palestina dan menghentikan serangan terhadap orang-orang Palestina yang dianggapnya militan. Tapi pemerintah Israel menganggap pengumuman hamas itu hanyalah tipuan untuk mengurangi tekanan dunia internasional atas Yasser Arafat. Hamas mengumumkan hari Jumat bahwa langkah penghentian serangan bunuh diri itu adalah demi kepentingan rakyat Palestina dan dalam usaha pembentukan negara Palestina. Sementara, kantor berita Associated Press melaporkan, kelompok Jihad Islam telah membagi-bagikan selebaran yang menjanjikan kerjasama demi kesatuan Palestina.

XS
SM
MD
LG