Tautan-tautan Akses

Jumlah Korban Lebih Dari 5000 Orang, Wall Street Buka Senin (9/17) - 2001-09-14


Ribuan anggota pemadam kebakaran, polisi dan sukarelawan meneruskan usaha pencarian korban yang kemungkinan masih hidup dari antara reruntuhan kedua Menara World Trade Center di New York setelah ditabrak dua pesawat penumpang komersial. Laporan-laporan terakhir mengatakan sepuluh anggota polisi ditemukan dalam keadaan masih hidup dibawah puing-puing pagi hari ini. Tetapi pejabat mengatakan laporan itu tidak benar. Walikota New York City, Rudolph Giuliani mengatakan pada hari Kamis, lebih dari 4700 orang masih belum diketahui nasibnya, dan 97 jenazah telah ditemukan. Selanjutnya ia mengatakan, kota New York telah memesan 30 ribu kantong jenazah, yang akan digunakan untuk membungkus jenazah yang dikumpulkan dari reruntuhan Menara World Trade Center. Sementara itu di Washington para pejabat Amerika memperkirakan 190 orang tewas, termasuk 64 penumpang, setelah sebuah pesawat yang dibajak menghantam gedung Pentagon. Dua pesawat yang menubruk Menara World Trade Center serta satu pesawat yang jatuh di Pennsylvania mengangkut penumpang yang seluruhnya berjumlah 202 orang dan semuanya tewas. Perkiraan terakhir menunjukkan lebih dari lima ribu orang meninggal dalam bencana teror pada hari Selasa itu. Pasar saham Amerika mengumumkan mereka akan membuka kembali aktivitas perdagangan pada hari Senin yang akan datang. Setelah ditutup sejak hari Selasa lalu, penutupan ini merupakan yang paling lama dalam sejarah pasar saham selama lebih dari 80 tahun. Pejabat Pasar Saham mengatakan mereka memutuskan menghentikan kegiatan selama itu karena perlu memberi kesempatan pada karyawannya untuk menenangkan diri setelah mengalami shok akibat serangan serta tewasnya beribu-ribu rekan mereka yang bekerja di World Trade Center. Washington Post melaporkan hari ini bahwa pedagang-pedagang saham telah mencapai persetujuan untuk menaikkan harga saham kalau sampai terjadi penurunan harga dipasar. Usaha ini akan mereka lakukan melalui pembelian saham besar-besaran. Ini merupakan sebuah langkah yang tidak biasa dan dalam kondisi normal langkah ini bisa menimbulkan permasalahan hukum. Namun mengingat situasi yang dihadapi New York saat ini, para pengawas pasar saham merestui langkah ini.

XS
SM
MD
LG