Tautan-tautan Akses

Presiden Megawati Minta Maaf Pada Rakyat Aceh dan Papua, Serta Berjanji Berantas KKN - 2001-08-16


Presiden Megawati Sukarnoputri telah minta maaf kepada rakyat Indonesia di propinsi Aceh dan Irian Jaya yang memberontak, atas pelanggaran hak azasi selama puluhan tahun, namun memperingatkan bahwa kedua kawasan itu tidak akan memperoleh kemerdekaan.

Dalam pidato resminya yang pertama kepada parlemen, Megawati hari ini mengatakan, kekejaman yang dilakukan di kedua propinsi itu adalah akibat dari kebijakan nasional yang tidak sesuai diwaktu lampau. Ia mendesak kaum separatis di Aceh dan Irian Jaya, yang telah memerangi pasukan pemerintah, agar membatalkan tuntutan mereka untuk independen dan menerima otonomi istimewa yang ditawarkan. Berbicara menjelang ulang tahun kemerdekaan Indonesia yang ke 56, Megawati juga berjanji akan memberantas korupsi. Kemarin (15/8), Presiden Megawati Sukarnoputri telah mengambil sumpah Muhammad Abdur Rahman sebagai jaksa agung baru. Megawati menyatakan harapan, bahwa pilihannya untuk jabatan terakhir dalam kabinetnya itu akan menjunjung tinggi hukum untuk menciptakan suatu pemerintahan yang bersih dan terhormat. Muhammad Abdur Rahman, mantan deputi Jaksa Agung, mengetuai satu team penyelidik yang tahun lalu menyebut beberapa tertuduh dalam pelanggaran hak azasi di Timor Timur tahun 1999. Namun kelompok hak azasi mengecam team itu karena tidak memasukkan para perwira militer Indonesia yang terlibat dalam pertumpahan darah itu.

Sementara itu, polisi Indonesia, hari ini menginterogasi dua orang putri mantan presiden Suharto, sementara pencarian terhadap Tommy terus dilanjutkan. Jurubicara polisi mengatakan, para pejabat polisi bertanya kepada Siti Hediati dan Siti Hutami dalam kaitannya dengan tuduhan terhadap Tommy Suharto. Tommy telah menjadi buronan sejak bulan November lalu, menghindari hukuman penjara selama 18 bulan karena korupsi.

XS
SM
MD
LG