Tautan-tautan Akses

Gus Dur Belum Komentari Rekomendasi SI - 2001-05-30


Presiden Abdurrahman Wahid pada saat ini tidak memberikan komentar mengenai kesulitan politiknya, sehari setelah parlemen memutuskan untuk memulai sidang impeachment terhadap dirinya. Berbicara pada penutupan KTT negara berkembang di Jakarta, Abdurrahman Wahid menolak menjawab pertanyaan yang berhubungan dengan usaha untuk memecat dari jabatannya. Rabu malam sebagian besar anggota parlemen dengan suara banyak memutuskan untuk menyelenggarakan sidang khusus MPR guna mempertimbangkan pemecatan Wahid dari jabatannya karena diduga tidak kompeten dan korupsi. Sidang dengar diduga akan dimulai tanggal 1 Agustus. Dalam pada itu, Menteri Luar Negeri Alwi Shihab mengatakan, menurut pendapatnya, Wahid tidak akan menyatakan keadaan darurat pada waktu ini untuk mempertahankan kekuasaannya. Sementara kemarin (30 Mei) dalam Sidang Paripurna, DPR Indonesia dengan suara yang sangat besar mengajukan Presiden Abdurrahman Wahid ke Sidang Istimewa MPR atau impeachment. Dengan suara 365 lawan 4, para anggota DPR meminta kepada MPR agar mengadakan Sidang Istimewa guna mengadili wahid atas tuduhan ketidak-mampuan dan korupsi. Tanggalnya belum ditetapkan untuk Sidang Istimewa, yang memilih Presiden Wahid tahun 1999. Tetapi, para pemerhati memperkirakan MPR dapat bersidang secepatnya pada bulan Agustus. Sebelumnya kemarin, kira-kira 5000 orang pendukung Presiden Wahid yang menerobos gerbang gedung DPR mundur ke istana presiden untuk menunjukkan dukungan pada presiden yang terdesak itu. Tidak ada yang cedera dilaporkan ketika demonstran berhadapan dengan pasukan keamanan. Presiden Wahid mengatakan lagi kemarin bahwa ia tidak akan meletakkan jabatan.

XS
SM
MD
LG