Tautan-tautan Akses

Banyak Laporan Berbeda Mengenai Apakah Togo Undurkan Diri Dari Piala Afrika


Ada sejumlah laporan yang bertentangan mengenai partisipasi Togo dalam kejuaraan sepakbola Piala Afrika di Angola. Hal ini muncul setelah terjadi sebuah serangan fatal terhadap bus yang mengangkut kesebelasan Togo, yang melewati wilayah Cabinda di Angola, Jum'at lalu. Pemerintah Togo Sabtu kemarin mengatakan, kesebelasan mereka mengundurkan diri dari turnamen.

Tetapi, pemain tengah Togo, Alaixys Romao, mengatakan tim mereka mengadakan pertemuan dan memutuskan untuk tetap bermain. Romao mengemukakan kesebelasan mereka "bertekad" untuk ikut serta dalam kompetisi, meskipun pemerintah Togo "tidak sepenuhnya setuju". Bus kesebelasan Togo diserang ketika menyeberang dari Republik Demokratik Kongo masuk ke wilayah Cabinda di Angola.

Sejumlah pria bersenjata menewaskan pengemudinya, asisten pelatih Abalo Amnalete, serta juru bicara Stanislas Ocloo. Sedikitnya tujuh lainnya terluka, termasuk kiper Kodjovi Obilale, yang sudah dipindahkan ke Afrika Selatan untuk operasi. Kelompok separatis Fron Pembebasan Wilayah Cabinda yang sudah lama beroperasi di propinsi yang kaya minyak itu, mengaku bertanggung jawab atas serangan tsb.

Komandan pemberontak, Joao Batists, Sabtu kemarin memberitahu VOA, sejumlah pria bersenjata tidak berniat menyerang kesebelasan Togo secara spesifik, tetapi lebih kepada pasukan keamanan Angola. Meskipun ada kekerasan, Konfederasi Sepakbola Afrika (CAF) mengatakan turnamen akan terus berlangsung sesuai jadwal. Kompetisi dimulai Ahad ini di Cabinda. Togo dijadwalkan bermain Senin besok.

XS
SM
MD
LG