Tautan-tautan Akses

Washington Post: Surat-menyurat antara Penembak Fort Hood dan Ulama Radikal “Gencar”


Sebuah surat-kabar Amerika melaporkan bahwa surat-menyurat dengan menggunakan surat elektronik (email) antara seorang ulama Muslim radikal dan ahli ilmu jiwa Angkatan Darat yang dituduh membunuh 13 orang dan melukai 40 orang lain di sebuah pangkalan angkatan darat Amerika tanggal 5 November semakin gencar dalam bulan-bulan menjelang terjadinya serangan itu.

Surat-kabar Washington Post mengutip seorang sumber yang mengetahui tentang surat-surat tersebut yang mengatakan Mayor Angkatan Darat Nidal Hasan "jelas menjadi makin radikal" dalam masa surat-menyurat tersebut dan mengatakan dia "berminat untuk mengambil tindakan."

Ulama tersebut, Anwar al-Aulaqi, telah sejak lama diamati oleh pihak penegak hukum dan dianggap oleh para pejabat Amerika sebagai seorang pendukung al-Qaida yang telah menginspirasi para tersangka terorisme sebelumnya.

Tetapi meskipun Biro Penyelidik Federal(FBI) mulai memperoleh surat-surat Hasan dengan al-Aulaqi akhir tahun lalu, surat-surat tersebut tidak diteruskan kepada pihak militer.

Senator Carl Levin, yang mengetuai Komisi Angkatan Bersenjata Senat, mengatakan komisinya akan menyelidiki cara penanganan surat-surat Hasan dan mengapa pihak militer tidak diberitahu mengenai surat-surat tersebut.*****


XS
SM
MD
LG