Tautan-tautan Akses

AS: Dunia Ingin Lihat Keabsahan Proses Pemilu Afghanistan


Jurubicara Gedung Putih, Robbert Gibss hari Senin mengatakan dunia internasional menganggap " penting" kesediaan para pemimpin Afghanistan untuk membuat proses pemilu di negara itu diakui keabsahannya.

Gibbs menambahkan tuduhan kecurangan pemilihan presiden 20 Agustus harus diselidiki. Namun ketika ditanya wartawan, apa yang akan terjadi jika presiden Hamid Karzai menolak pemilihan presiden putaran kedua, Gibbs mengatakan " ia tidak akan berspekulasi".

Gibbs berkomentar demikian setelah komisi yang didukung PBB menganulir hasil dari 210 TPS, yang agaknya akan mendorong pemilihan presiden putaran kedua.

Jurubicara departemen luar negeri Amerika, Ian Kelly menanggapi temuan komisi dukungan PBB itu dengan mengatakan Amerika mendukung lembaga-lembaga di Afganistan untuk menyelesaikan tugas-tugas mereka. Ia menambahkan Amerika menantikan hasil akhir yang sudah disahkan itu.

Sebelumnya, Komisi yang didukung PBB untuk menyelidiki laporan penipuan dalam pemilihan presiden Afghanistan telah memerintahkan Komisi Pemilihan Afghanistan, agar menganulir hasil dari 210 TPS. Dalam penyataan yang dikeluarkan Senin ini, Komisi Pengaduan Pemilu menyatakan mereka mendapat bukti penipuan yang jelas dan menyakinkan di TPS-TPS tersebut.

Dalam laporannya, komisi itu menyebut contoh penipuan itu termasuk "penandaan seragam" pada 100 persen surat suara yang dikumpulkan di beberapa TPS, adanya bahan-bahan materi yang hilang dan dalam satu kasus, formulir hasil penghitungan suara diubah dengan tambahan 300 suara.

Kelompok Pemantau Pemilu Afganistan, Democracy International mengatakan hasil analisa mereka mengenai perhitungan Komisi Pengaduan Pemilu menunjukkan perolehan suara presiden Hamid Karzai turun dibawah 50 persen, sehingga perlu pemilihan putaran kedua.

Kelompok yang berbasis di Amerika itu dalam keterangan pers tertulisnya menyatakan berdasarkan perhitungan mereka, Hamid Karzai hanya memperoleh 48,3 persen dari jumlah suara yang masuk.



XS
SM
MD
LG