Tautan-tautan Akses

Utusan PBB Bantah Tutupi Kecurangan Pemilu Afghanistan


Utusan khusus PBB untuk Afghanistan membantah tuduhan dari mantan wakilnya bahwa ia berusaha menyembunyikan bukti-bukti kecurangan dalam pemilihan presiden di Afghanistan. Dalam sebuah pernyataan hari Kamis, Kai Eide mengatakan tuduhan bahwa PBB menutup-nutupi kecurangan atau bahwa ia memerintahkan hasil itu untuk ditutup-tutupi adalah "salah sama sekali".

Eide mengatakan tuduhan-tuduhan itu sekarang menganggu pemeriksaan surat-surat suara yang mencurigakan. Ia mengatakan, ia bermaksud menanggulangi semua tuduhan itu secara terbuka pada saat yang tepat.

Bulan lalu, wakilnya, seorang diplomat Amerika Peter Galbraith menuduhnya menahan bukti-bukti yang pada pada PBB mengenai sejumlah besar surat suara palsu pada pemilihan umum 20 Agustus. Setelah media memberitakan tuduhan tersebut, Galbraith dipecat dari jabatannya.

Surat kabar Washington Post minggu ini mengungkapkan bahwa data PBB menunjukkan perbedaan yang besar antara jumlah pemilih yang diperkirakan dengan jumlah pemilih yang mencoblos, terutama di wilayah-wilayah yang dimenangi presiden Hamid Karzai.

Dalam perkembangan lainnya, para pejabat Afghanistan mengatakan, serangan bom mobil di dekat kedutaan besar India di Kabul menewaskan sekurang-kurangnya 17 orang dan melukai lebih dari 80 lainnya.

Para pejabat India mengatakan, penyerang mengemudikan mobilnya ke dekat kedutaan besar India yang dikelilingi pagar kuat, dan meledakkan bom. Tidak ada staf kedutaan yang tewas, tetapi tiga penjaga cedera. Banyak korban adalah warga sipil Afghanistan yang berada di pasar di seberang jalan kedutaan.

Jurubicara militan Taliban mengaku bertanggungjawab atas serangan itu, dan menandaskan bahwa sasarannya adalah kedutaan besar India. Tidak jelas fraksi Taliban mana yang melancarkan serangan ini. Para pejabat Amerika dan PBB mengutuk serangan tersebut dan menyebutnya sebagai aksi kekerasan yang bodoh.

Tahun lalu, serangan serupa di luar kedutaan besar India menewaskan 60 orang. Badan intelijen Pakistan memegang peran dalam serangan itu, bersama tokoh kawakan militan Afghanistan Jalaluddin Haqqani.


XS
SM
MD
LG