Tautan-tautan Akses

Tokoh Reformis Iran Kecam Pengadilan Para Demonstran


Mantan presiden dan mantan perdana menteri Iran mengecam pengadilan para pelaku demonstrasi yang ditangkap dalam kerusuhan pasca pemilihan presiden, dengan mengatakan pengakuan para pendemo itu tidak sah.

Mantan presiden Mohammad Khatami yang kini memimpin salah satu partai reformis terbesar di Iran mengatakan pengadilan massal yang dibuka hari Sabtu melanggar konstitusi. Khatami mendesak proses pengadilan berlangsung terbuka dan mengecam tata cara persidangan hari Minggu yang dilakukan secara tertutup.

Ia mengatakan tuduhan jaksa berdasarkan pengakuan yang diperoleh secara paksa.

Calon presiden yang kalah yang pernah menjadi perdana menteri Mir Hossien Mousavi mengatakan para tahanan itu disiksa agar mengaku.

Iran hari Minggu kembali menyidangkan 10 pelaku demo yang selama ini ditahan, satu hari setelah dimulainya pengadilan massal terhadap para aktivis, politisi dan pendemo yang ditahan setelah pemilihan presiden 12 Juni.

Di Pengadilan hari Sabtu, jaksa menuduh lebih dari 100 tahanan mengendalikan berbagai aksi demonstrasi dan berencana menggulingkan pemerintah Iran.

Dianta mereka yang ditudung terdapat beberapa politisi terkenal, termasuk mantan wakil presiden Mohammed Ali Abtahi, mantan wakil ketua DPR, Behzad Nabavi dan mantan jurubicara pemerintah Abdollah Ramezanzadeh.



XS
SM
MD
LG