Tautan-tautan Akses

DK PBB Bahas Sanksi Baru bagi Korea Utara


Dewan Keamanan PBB sedang mengadakan perundingan hari ini untuk membahas perluasan sanksi-sanksi atas Korea Utara karena melanggar larangan percobaan peluru kendali balistik.

Komisi sanksi DK PBB itu bertemu untuk pertama kalinya dalam dua tahun, dua hari setelah DK mengeluarkan pernyataan keras yang mengutuk Korea Utara karena meluncurkan roket jarak jauh. Pernyataan itu menyerukan penambahan barang-barang yang tidak boleh diekspor ke Korea Utara sebagai hukuman karena melancarkan percobaan rudal tahun 2,006.

Komisi sanksi itu akan mengumumkan laporan pada tanggal 24 April, tentang teknologi dan perusahaan-perusahaan yang akan ditambahkan pada daftar sanksi yang sudah ada.

Sementara itu, Tim inspektur PBB telah membuka segel berbagai peralatan yang terdapat di fasilitas nuklir utama Korea utara Yongbyon, dan telah meninggalkan tempat itu.

Pemerintah Amerika membenarkan laporan pers Jepang bahwa sejumlah inspektur Amerika juga telah diusir.

Korea Utara kemarin mengumumkan tidak lagi akan ikut dalam perundingan enam negara untuk melucuti program nuklirnya, dan akan memulai lagi proses pengayaan plutonium.

Sementara itu, Korea Selatan sedang bersiap-siap untuk meluncurkan satelitnya yang pertama, dua minggu setelah Korea utara melakukan hal yang sama.

Lembaga riset antariksa Korea Selatan mengatakan, bagian utama roket peluncur itu telah dipasang di tempat peluncuran di Naro Space Center untuk diuji coba.

Roket tingkat kedua buatan Korea Selatan itu telah dipasang diatas sebuah tiruan roket Russia. Kantor berita korea Selatan Yonhap mengatakan, bahan bakar cair bagi roket buatan Russia itu akan dikirim pada bulan Juni.

Kata Korea Selatan, roket itu akan digunakan untuk meluncurkan sebuah satelit riset pada akhir bulan Juli atau permulaan Agustus.

XS
SM
MD
LG