Tautan-tautan Akses

Guatemala Minta Maaf atas Keterlibatan dalam Serangan Teluk Babi


Presiden Guatemala Alvaro Colom meminta maaf kepada Kuba karena keterlibatan negaranya dalam serangan Teluk Babi yang gagal terhadap Kuba tahun 1961.

Presiden Colom menyatakan permintaan maaf tersebut hari Selasa ketika dia menyampaikan pidato di Universitas Havana. Colom mengunjungi Kuba untuk memperkuat hubungan bilateral.

Dinas Intelijen Amerika(CIA) menggunakan Guatemala untuk melatih orang-orang Kuba yang mengasingkan diri untuk serangan tersebut, yang bertujuan untuk menggulingkan Presiden Kuba waktu itu, Fidel Castro.

Tanggal 17 April tahun 1961, sekitar 1500 orang-orang yang mengasingkan diri mendarat di pantai selatan Kuba dengan harapan untuk menyulut pemberontakan. Presiden Castro diperingatkan tentang serangan yang akan terjadi dan punya waktu banyak untuk mempersiapkan angkatan bersenjatanya. Sebagian besar orang-orang yang mengasingkan diri itu ditangkap dan menjalani masa tahanan hampir dua tahun di pulau itu.***

XS
SM
MD
LG