Tautan-tautan Akses

Rusia: Pesawat Pembom di Venezuela Tak Bawa Senjata Nuklir


Kata Rusia, negara itu tidak punya pangkalan militer di Amerika Latin, satu hari setelah dua pesawat pembom jarak-jauh Rusia mendarat di Venezuela.

Kata jurubicara kementerian LN Rusia Andrei Nesterenko, pendaratan kedua pesawat itu adalah bagian dari perjanjian yang dibuat sebelumnya oleh kedua negara. Kantor berita Rusia Interfax mengutip jurubicara angkatan udara Rusia yang mengatakan, pesawat itu tidak membawa senjata nuklir.

Pesawat pembom jenis TU-160 itu tiba di Venezuela hanya beberapa hari setelah Rusia mengumumkan akan mengirim kapal-kapal perang dan kapal selam anti pesawat terbang ke Venezuela untuk mengadakan latihan bersama pada bulan November. Ini adalah manuver militer Rusia yang besar di belahan bumi barat sejak perang dingin dulu.

Kata jurubicara departemen LN Amerika, Amerika akan terus memantau perkembangan untuk melihat apakah memang akan diadakan latihan militer bersama antara Rusia dan Venezuela.

Presiden Venezuela Hugo Chavez adalah pengecam keras pemerintahan Presiden bush dan telah membina hubungan erat dengan Rusia, termasuk membeli senjata dan mengadakan berbagai perjanjian ekonomi.

Kata laporan pers Venezuela, pemerintah setempat telah memerintahkan pengurangan jadwal penerbangan pesawat penumpang Amerika ke negeri itu. keputusan ini diambil setelah para pejabat Amerika mempertanyakan aspek keamanan di bandara Venezuela. Kata harian El-Universal, perusahaan penerbangan Amerika yang terkena peraturan itu adalah Delta, American dan Continental Airlines.

XS
SM
MD
LG