Tautan-tautan Akses

Sekjen PBB Desak Zimbabwe Tunda Pemilu Putaran Kedua


Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon mendesak pemerintah Zimbabwe menunda pemilihan-ulang presiden hari Jum’at sebab melakukan pemilihan dalam kondisi rusuh seperti sekarang tidak mempunyai legitimasi.

Ia mengatakan hari Senin keadaan sekarang ini tidak kondusif untuk melakukan pemilihan yang bebas dan adil dan menyelenggarakannya hanya bakal memperdalam perpecahan di dalam negeri. Ban mengemukakan komentar ini sementara Dewan Keamanan PBB membicarakan Zimbabwe.

Dutabesar Prancis di PBB Jean-Maurice Ripert mengatakan ia menduga sidang Dewan akan berlangsung tegang.

Tetapi para anggota memahami krisis Zimbabwe bukan lagi soal internal tetapi krisis yang mengancam perdamaian dan stabilitas kawasan.

Sebelumnya, Amerika Serikat menyatakan akan mengangkat soal krisis politik Zimbabwe di Dewan Keamanan PBB hari Senin ini. Juru bicara Gedung Putih Dana Perino tidak mengatakan apa yang mungkin diusulkan Amerika kepada Dewan dengan 15 negara anggota itu. Tapi dia menyebut bahwa Amerika ingin memastikan komunitas internasional berbicara dengan “satu suara” untuk memberi tekanan lebih besar bagi pemerintahan Presiden Robert Mugabe.

Dalam pernyataan terpisah hari ini, Mentri luar negri Amerika Condoleezza Rice mengatakan pemerintahan Mugabe tidak dapat dipanggap sah tanpa pemilihan presiden putaran kedua.

Para pejabat Inggris juga mengatakan mereka memandang presiden Zimbabwe tidak sah karena kekerasan melawan oposisi dan pelanggaran UU pemilu Zimbabwe.

Inggris menyatakan mendukung sanksi yang lebih keras terhadap Mugabe dan rekan-rekannya. Amerika, Inggris dan Uni Eropa saat ini memberlakukan larangan perjalanan dan sanksi lainnya bagi 100 orang lebih dalam pemerintahan Mugabe.

XS
SM
MD
LG