Tautan-tautan Akses

Pergolakan di Palestina Jadi Agenda Teratas Pembahasan di KTT OKI


Organisasi Konferensi Islam, OKI membuka KTTnya yang ke 11 hari Kamis di ibukota Senegal, Dakar, dihadiri oleh puluhan kepala negara, termasuk Presiden Susilo Bambang Yudoyono, dan sekretaris jendral PBB. KTT ini membahas pengurangan kemiskinan di negara-negara Muslim, persepsi negatif terhadap Islam, dan pergolakan di wilayah-wilayah Palestina.

Dutabesar Palestina untuk Malaysia, Abdulaziz Aboughosh, yang pernah memegang jabatan tinggi di OKI, mengatakan ia puas bahwa organisasi ini memfokuskan pada situasi di Timur Tengah.

Dalam pidato pembukaannya pada konferensi itu, Presiden Senegal Abdoulaye Wade meyakinkan para partisipan bahwa KTT ini akan sukses. Malaysia sebelumnya menjadi ketua OKI. Ketua Senat Malaysia, Abdul Hamid Pawanteh, mengatakan di depan konferensi bahwa ia mengharap OKI akan lebih efektif dalam mempromosikan perdamaian dan keamanan.

OKI yang bermarkas besar di Arab Saudi, beranggotakan 57 negara, dan mendukung kepentingan Muslim di seluruh dunia. Amerika Serikat untuk pertama kalinya mengirim utusan ke konferensi ini. Presiden Bush menunjuk seorang wiraswastawan Texas kelahiran Pakistan, Sada Cumber untuk menghadiri konferensi, mengatakan ia akan mendorong dialog terhormat dan menunjukkan bahwa Amerika Serikat adalah sahabat.

Pergolakan di wilayah-wilayah Palestina teratas dalam agenda pada KTT ini. Para delegasi dengan keras mengecam serangan militer Israel di Jalur Gaza.

Dalam pidatonya di depan KTT, Sekretaris Jendral PBB Ban Ki-moon menyerukan kepada pejabat-pejabat Israel dan Palestina agar mengambil langkah mendesak untuk mengakhiri penderitaan rakyat Palestina. Ban juga mengecam serangan roket pejuang Palestina terhadap Israel dan apa yang ia sebut “penggunaan kekerasan yang berlebihan dan tidak sepadan” oleh Israel.

XS
SM
MD
LG