Tautan-tautan Akses

Gambari Tinggalkan Birma Tanpa Indikasi Terobosan Reformasi Politik


Utusan Khusus PBB untuk Birma, Ibrahim Gambari merampungkan kunjungan ke-3 di Birma tanpa sesuatu indikasi mencapai terobosan dalam upayanya menciptakan reformasi politik di negeri itu. Sebelum meninggalkan Birma hari Senin ia untuk kedua kalinya dalam tiga hari menemui pemimpin oposisi yang ditahan, Aung San Suu Kyi. Selain itu ia juga melakukan pembicaraan dengan Menteri Penerangan Jenderal Kyaw Hsann. Tetapi tidak berhasil menemui pemimpin Junta Militer Jenderal Than Shwe.

Pemerintah militer menolak anjuran Gambari agar melakukan proses reformasi demokratis yang menyeluruh. Kyaw Hsann mengatakan pemerintah tidak akan mengubah peta jalannya dalam menuju demokrasi, yang katanya adalah cara terbaik untuk memastikan peralihan yang lancar dan damai menuju demokrasi. Pemerintah juga mengatakan bahwa rancangan Konstitusi yang melarang Aung San Suu Kyi mencalonkan diri untuk jabatan politis, tidak akan dapat diubah atau diamendir.

Diberitakan, pemimpin oposisi Birma Aung San Suu Kyi dikawal dari rumahnya di Rangoon hari ini untuk melakukan pertemuan kedua dengan Ibrahim Gambari. Peraih Nobel Perdamaian itu yang telah berada dalam tahanan rumah selama 12 dari 18 tahun terakhir juga berbicara dengan Gambari hari Sabtu. Rincian pembicaraan mereka belum diungkapkan.

Gambari membuka kembali pembicaraan dengan pemerintah militer Birma hari Minggu, meskipun ada pukulan baru bagi upaya PBB untuk mengembalikan negara itu ke demokrasi.

PBB mengatakan Gambari bertemu dengan menteri-menteri kesehatan dan perencanaan nasional Birma serta kepala kepegawaian negeri dan deputi menteri luar negeri negara itu. Tidak ada rincian pertemuan itu yang diungkapkan.

XS
SM
MD
LG