Tautan-tautan Akses

Utusan Afsel Ingatkan DK PBB Tidak Isolasi Iran karena Program Nuklir


Utusan Afrika Selatan ke Badan Tenaga Atom Internasional, IAEA, mendesak DK PBB agar berhati-hati untuk tidak mengisolasi Iran karena program nuklirnya. Abdul Ninty hari Rabu mengatakan bahwa masyarakat internasional tidak menginginkan Iran memiliki senjata nuklir, tetapi juga tidak menginginkan perang dengan Iran.

DK sedang mempertimbangkan kemungkinan pengenaan sanksi ketiga terhadap Iran karena negara itu menolak menghentikan pengayaan uranium. Teheran mengabaikan resolusi-resolusi sebelumnya. Minty mengemukakan apa yang dikemukakan oleh beberapa anggota DK bahwa sanksi baru dapat mendorong Iran menghentikan kersamanya dengan IAEA.

Ia mengatakan laporan terbaru IAEA menunjukkan meningkatnya kepercayaan bahwa Iran tidak bermaksud menggunakan program nuklirnya untuk tujuan militer. Tetapi ia mengatakan Teheran harus terus memperhatikan kekhawatiran mengenai ambisi nuklirnya.

Sementara itu, Cina mempertahankan rencana perusahaan minyaknya untuk menandatangani persetujuan gas bernilai milyaran dolar dengan Iran, meskipun PBB sedang mempertimbangkan untuk memperluas sanksi terhadap Teheran. Berbicara mengenai persetujuan itu hari Kamis dalam sebuah jumpa pers di Beijing, jurubicara Departemen LN Cina Liu Jianchao mengatakan persetujuan itu semata-mata bersifat komersial.

Ia juga mengatakan tindakan untuk menghadapi masalah nuklir Iran hendaknya jangan sampai mengganggu kerjasama perdagangan dan ekonomi yang normal dengan Iran. Liu mengatakan Cina sangat mencemaskan mengenai proliferasi nuklir, tetapi percaya Iran mempunyai hak untuk mengembangkan tenaga nuklir untuk tujuan damai.

AS dan negara-negara Barat lainnya mengatakan program nuklir Iran adalah untuk tujuan membuat senjata – Teheran menyangkal.

XS
SM
MD
LG