Tautan-tautan Akses

Pemerintah Militer Birma Selesaikan Rancangan Konstitusi


Pemerintah pimpinan militer di Birma mengatakan telah menyelesaikan draft konstitusi guna di ajukan dalam sebuah referendum nasional.

Dalam pengumuman yang dibacakan di radio pemerintah, dikatakan komisi beranggotakan 54 anggota, Komisi Penyusun Konstitusi, telah menyelesaikan dan menyepakati draft itu setelah berlangsung beberapa kali pembahasan.

Konstitusi Birma sebelumnya dihapuskan tahun 1988. Negara itu baru-baru ini mengumumkan rencananya menyelenggarakan referendum nasional bulan Mei guna menyetujui dokumen itu dan menyelenggarakan pemilihan umum tahun 2010. Proses penyusunan konstitusi itu telah dikecam oleh fihak oposisi, karena partai-partai politik independen dilarang berpartisipasi dalam proses penyusunannya itu.

Dalam perkembangan terpisah, sekelompok pemenang hadiah Nobel menyerukan pemberlakuan sanksi ekonomi dan militer terhadap Birma, sebagai tanggapan terhadap penumpasan pemerintah terhadap Bhiku Budha dan pembangkang. Diantaranya adalah Uskup Desmond Tutu, Dalai Lama dan Rigoberta Mencuh, yang menanda tangani pernyataan yang dikeluarkan Selasa, menyerukan pembebasan tahanan politik, termasuk pemimpin pro-demokrasi Aung San Suu Kyi.

Para pemenang Nobel ini menyerukan masyarakat internasional agar menghentikan penjualan senjata kepada Birma, karena mengutip kata-kata mereka, “tak boleh ada negara yang menjual senjata kepada rejim yang mempergunakannya semata-mata untuk menindas rakyatnya.” Pernyataaan itu menyerukan agar diberlakukan larangan transaksi bank yang dilakukan oleh para pemimpin Birma.

XS
SM
MD
LG