Tautan-tautan Akses

Bush Bentangkan Agenda Lawatannya ke Timur Tengah


Presiden Bush mengatakan lawatannya selama 8 hari ke Timur Tengah akan termasuk pembicaraan mengenai Iran, yang menurut dia akan terus menjadi ancaman jika negara itu diberi peluang untuk belajar cara memperkaya uranium. Berbagai badan intelinjen Amerika melaporkan pada bulan Desember bahwa Iran sudah tahu cara memperkaya uranium dan kini sudah memperkayanya cukup banyak untuk membuat senjata nuklir antara tahun 2010 dan 2015.

Laporan itu juga mengatakan Iran telah menghentikan program senjata nuklirnya tahun 2003. Bush hari Selasa mengemukakan laporan itu telah mengirim “sinyal beragam” kepada komunitas internasional.

Presiden Bush juga membahas rencana bagi perdamaian Timur Tengah dengan mengatakan pihak Palestina perlu mempunyai visi bagi suatu negara damai disisi Israel untuk bersaing dengan visi teroris di kawasan itu.

Sebelumnya, Presiden Bush dan Presiden Turki Abdullah Gul bertemu di Gedung Putih untuk membahas perjuangan Turki melawan pemberontak Kurdi yang berbasis di Irak utara dan upaya Ankara untuk menjadi anggota Uni Eopa.

Bush mengatakan kedua negara menghadapi masalah terorisme dan Partai Pekerja Kurdistan atau PKK adalah kelompok teroris yang mengancam Turki, Irak dan semua orang yang hendak hidup damai.

Bush juga menyatakan dukungan kuat bagi upaya Turki untuk bergabung dengan Uni Eropa, dengan mengatakan negara itu memberi “contoh fantastis” sebagai suatu negara demokrasi yang hidup berdampingan dengan Islam.

Presiden Gul mengatakan negaranya dan Amerika mempunyai visi-sama dan akan bekerja sama untuk mewujudkan perdamaian dan kemakumuran dan berjuang melawan PKK.

XS
SM
MD
LG