Tautan-tautan Akses

Huru-Hara Pasca Pilpres di Kenya Tewaskan 100 Orang Lebih


Huru-hara disertai kekerasan sebagai rentetan pemilihan presiden Kenya yang dipertikaikan telah menelan korban lebih dari 100 orang tewas sejak hari Minggu. Angka itu berasal dari polisi dan saksi mata yang melaporkan tentang bentrokan di kawasan kumuh ibukota Nairobi serta di kota Mombasa dan Kisumu.

Di Kisumu saksi mata mengatakan paling sedikit 21 mayat yang dibawa ke rumah mayat setempat Minggu malam semua dengan luka tembak. Bentrokan di kawasan kumuh Kibera, Nairobi, berlanjut sampai hari Senin dengan polisi menggunakan peluru dan gas airmata dalam upaya membersihkan jalan-jalan.

Sebagian besar kekerasan terjadi di kubu pemimpin oposisi Raila Odinga. Hari Minggu Odinga menolak hasil resmi pemilihan hari Kamis yang menunjukkan Presiden Mwai Kibaki menang. Inggris, Amerika Serikat dan Uni Eropa juga mempertanyakan hasil pemilihan itu.

Presiden Mwami Kibaki segera dilantik hari Minggu setelah hasil penghitungan suara diumumkan. Para pendukung saingan Kibaki, Raila Odinga, terus mempersoalkan hasil pemilihan itu.

Para pendukung Gerakan Demokrasi Jingga akan melangsungkan rapat umum hari Senin untuk menyatakan calonnya, Raila Odinga, sebagai presiden rakyat. Polisi telah melarang demonstrasi itu dan memperingatkan bahwa siapapun yang berhimpun di Lapangan Uhuru untuk berdemonstrasi akan ditindak tegas seusai dengan hukum yang berlaku.

XS
SM
MD
LG