Tautan-tautan Akses

Olmert, Abbas Sepakat Lanjutkan Perundingan Perdamaian Timur Tengah


PM Israel Ehud Olmert dan Presiden Palestina Mahmoud Abbas hari ini telah sepakat untuk meneruskan perundingan perdamaian yang baru saja dihidupkan kembali. Meskipun ada persengketaan yang belum dapat diselesaikan mengenai pembangunan perkampungan Israel.

Para pejabat dari kedua pihak mengatakan kedua pemimpin itu berjanji dalam perundingan di Jerusalem itu untuk meneruskan perundingan perdamaian. Pertemuan antara PM Olmert dan Presiden Abbas itu yang pertama kali sejak mereka sepakat mengadakan pembicaraan di konferensi perdamaian yang disponsori Amerika di Annapolis, Maryland.

Pejabat-pejabat mengatakan kedua belah pihak hari ini sepakat untuk tidak melakukan langkah-langkah yang dapat mendahului hasil perundingan.

Tetapi seorang pejabat Israel mengatakan PM Olmert tidak berjanji untuk membekukan pembangunan permukiman yang sedang berjalan.

Perunding Palestina Saeb Erekat mengatakan pembangunan itu melanggar rencana perdamaian petajalan yang didukung dunia internasional yang menjadi dasar perundingan sekarang ini.

Sebelumnya, perunding kedua pihak melakukan perundingan hari Senin, tetapi tidak mencapai kemajuan. Jurubicara Presiden Palestina Mahmoud Abbas mengatakan, Menlu Amerika Condoleeza Rice hari Rabu menelpon Presiden Abbas untuk menegaskan dukungan Amerika pada proses perdamaian Timur Tengah.

Nabil Abu Rudeina mengatakan, Abbas minta kepada Rice agar menekan Israel supaya membekukan kegiatan permukiman demi kelangsungan perundingan yang baru saja diluncurkan kembali. Dalam perkembangan terkait, jurubicara Presiden Mesir mengatakan, rencana Israel membangun rumah-rumah di wilayah permukiman di Yerusalem timur dan sekitarnya, mengganggu proses perdamaian.

Suleiman Awwad hari Rabu mengatakan, rencana Israel itu merusak satu-satunya pencapaian konferensi yang disponsori Amerika bulan lalu, yaitu peluncuran kembali perundingan perdamaian.

XS
SM
MD
LG