Tautan-tautan Akses

Boroujerdi: PLTN Pertama Iran Mulai Beroperasi 9 Tahun Lagi


Anggota Parlemen Iran, Ala’eddin Boroujerdi mengatakan stasiun pembangkit listrik pertama Iran yang bertenaga nuklir dan sepenuhnya buatan dalam negeri akan mulai beroperasi sekitar sembilan tahun lagi. Kantor berita mahasiswa Iran mengutip Boroujerdi mengatakan, cetak biru stasiun berkapasitas 360 megawat itu di Darkhovin dekat perbatasan Irak dijadwalkan rampung tahun depan.

Boroujerdi berbicara dengan wartawan hari Senin dan menyitir laporan Badan Tenaga Atom negaranya. Ia menyebut stasiun Darkhovin sebagai langkah pertama dari masa depan pengembangan signifikan nuklir negaranya. Ia juga mengatakan Iran menyambut baik investasi asing untuk membantu membangun stasiun pembangkit bertenaga nuklir berkapasitas 20 ribu megawat. Rusia awal bulan ini mulai mengirim bahan bakar bagi stasiun pembangkit bertenaga nuklir yang dibangunnya di Busher, Iran.

Sementara itu, anggota Parlemen Iran, Kazem Jalali mengatakan negaranya berencana membangun 19 lagi stasiun pembangkit listrik tenaga nuklir sebagai bagian dari program membangkit listerik dari bahan bakar yang diproduksi dalam negeri.

Media Iran mengutip Jalali mengatakan hari Minggu bahwa Iran dalam waktu dekat akan mengeluarkan kontrak internasional untuk pembangunan stasiun itu. Jalali adalah anggota Komisi Keamanan Nasional Dan Kebijakan Luar Negeri Parlemen. Belum ada konfirmasi atas ucapannya itu dari pemerintah Iran.

Beberapa anggota Parlemen Iran telah meminta pemerintah memproduksi 20 ribu megawat tenaga listerik dengan bahan bakar energi tahun 2020. Russia sedang menyelesaikan pembangunan stasiun pembangkit tenaga nuklir di Bushehr dan kembali mengirim bahan bakar nuklir ke sana bulan ini. Stasiun Bushehr berkapasitas 1000 megawat.

XS
SM
MD
LG