Tautan-tautan Akses

Mahkamah Den Haag Diharap Teruskan Upaya Adili Tersangka Pembantaian Bosnia-Serbia


Kepala Jaksa PBB dalam Mahkamah Kejahatan Perang di bekas Yugoslavia menyatakan harapan Mahkamah di Den Haag itu tidak akan menutup pintunya sebelum buron tersangka Bosnia-Serbia, Ratko Mladic dan Radovan Karadzic dihadapkan ke pengadilan.

Jaksa yang segera meletakkan jabatan itu, Carla del Ponte hari Kamis menyebut kenyataan bahwa kedua orang itu tetap buron, sebuah noda dalam prestasi mahkamah itu. Ia berbicara dengan para wartawan di Den Haag pada jumpa pers terakhir dirinya sebagai kepala jaksa PBB. Del Ponte akan menjadi dutabesar Swiss untuk Argentina tahun depan.

Dalam jumpa pers yang meliputi banyak masalah itu, jaksa yang segera meletakkan jabatan itu juga memberikan penghormatan kepada para korban konflik Balkan pada tahun 1990-an. Ia mengatakan mereka seharusnya jangan menjadi korban lagi dengan mencecar mereka dengan pertanyaan-pertanyaan keras dalam pemeriksaan di mahkamah. Del Ponte juga mengritik praktek mahkamah yang memperbolehkan tersangka dalam tahanan mengunjungi keluarga mereka di rumah pada hari-hari besar.

Sementara itu, para pemimpin Uni Eropa telah menandatangani sebuah perjanjian bersejarah untuk menyederhanakan proses pembuatan keputusan dan menjamin hak asasi manusia di blok negara Eropa itu. Para pejabat ke 27 anggota Uni Eropa menghadiri upacara itu di Lisabon hari Kamis.

Ketua Parlemen Eropa Hans-Gert Poettering memuji perjanjian itu sebagai dokumen yang akan mempromosikan demokrasi di Eropa.

Perjanjian Lisabon itu menggantikan konstitusi Uni Eropa yang gagal yang ditolak oleh pemilih-pemilih Belanda dan Prancis pada tahun 2005.

XS
SM
MD
LG