Tautan-tautan Akses

Politisi Utama Suni Irak Mengaku Ditempatkan dalam Tahanan Rumah


Salah seorang politisi utama Suni Irak, Adnan al-Dulaimi hari Minggu mengatakan alat keamanan sudah tiga hari berturut-turut menempatkannya dalam keadaan di bawah tahanan rumah.

Menurutnya, pasukan Irak yang mengawal rumahnya di Baghdad mencegahnya pergi ke Parlemen dan menerima tamu. Pasukan keamanan ditugaskan di sekitar rumahnya sejak hari Jum’at, sehari setelah dua mobil-bom ditemukan diparkir dekat kompleks kantornya.

Polisi menahan putra dan lebih dari 20 pengawal pribadinya atas kecurigaan mempunyai kaitan dengan mobil-bom itu. Para anggota faksi utama Suni hari Sabtu meninggalkan sidang Parlemen sebagai protes atas perlakuan yang dialami Dulaimi, pemimpin Fron Persesuaian. Pejabat-pejabat pemerintah membantah ia dikenakan tahanan rumah. Sementara itu, polisi Irak menerangkan beberapa serangan di Baghdad hari Minggu menewaskan empat warga dan melukai beberapa lainnya.

Dalam perkembangan terpisah, Presiden Turki Abdullah Gul menegaskan negaranya berhak dan siap bertindak terhadap pemberontak Kurdi di Irak utara. Penegasan ini diucapkannya di Ankara sehari setelah militer Turki mengatakan telah menimbulkan kerugian berat terhadap pemberontak di daerah perbatasan. Militer Turki mengatakan yang menjadi sasaran adalah sekelompok terdiri atas 50 sampai 60 pemberontak di Irak utara di selatan kota Turki, Cukurca.

Pejabat-pajabat daerah Kurdi di Irak mengatakan pasukan Turki tidak melintasi perbatasan dan mereka menyangkal keterangan Turki tentang korban. Hari Minggu militer Turki mengatakan pasukannya menewaskan 2 pemberontak Kurdi dalam bentrokan lain hari Sabtu di propinsi Sirnak di Turki.

XS
SM
MD
LG