Tautan-tautan Akses

Pemerintah Birma Cabut Larangan Berkumpul dan Keluar Rumah


Gedung Putih menolak langkah Birma hari Sabtu, melonggarkan berbagai larangan yang diberlakukannya sebagai bagian dari penumpasan berdarah terhadap para demonstran pro demokrasi bulan lalu. Truk yang dipasangi pengeras suara mengumumkan bahwa Pemerintah telah mencabut larangan keluar rumah dan larangan berkumpul lebih dari 5 orang di kota terbesar di negara itu, Rangoon.

Jurubicara Gedung Putih Dana Perino yang menyebut pengumuman itu isyarat buruk, mengemukakan, itu merupakan bukti bahwa pemerintah Birma telah memenjarakan atau memburu para disiden.

Sebelumnya, Presiden Bush telah mengumumkan sanksi baru terhadap pemerintah militer Birma karena melanjutkan penindasan terhadap oposisi pro-demokrasi.

Berbicara di Washington hari Jumat, Bush mengatakan dia telah memerintahkan Departemen Keuangan Amerika untuk memberlakukan kendala tambahan terhadap para pemimpin Birma dan perorangan yang mendukung mereka. Dia juga memberi Departemen Perdagangan wewenang untuk memperketat pengawasan atas ekspor dari Birma.

Dalam pidatonya, Presiden Bush memuji tetangga Birma seperti Singapura, Filipina dan Indonesia yang mencela pemerintah militer negara itu, dan meminta Cina dan India, supaya melakukan tekanan lebih jauh. Dia juga memuji Uni Eropa dan Australia yang memberlakukan sanksi.

Presiden Amerika itu mengatakan jika pemerintah Birma menginginkan rekonsiliasi mereka harus membebaskan semua tahanan politik dan memasuki perundingan dengan pihak oposisi. Katanya sanksi tambahan mungkin diberlakukan.

XS
SM
MD
LG