Tautan-tautan Akses

Putin Kecam Kebijakan Amerika Mengenai Irak, Iran


Presiden Rusia Vladimir Putin menghantam kebijakan Amerika mengenai Irak dan Iran, dan mengumumkan rencana untuk meningkatkan arsenal nuklir Rusia.

Dalam acara tanya-jawab di televisi nasional dan radio hari ini, Presiden Putin mengemukakan invasi pimpinan Amerika ke Irak tahun 2003, sebagian ditujukan untuk menguasai kekayaan minyak yang besar negara itu. Ia juga mendesak Washington agar menentukan tanggal penarikan pasukan Amerika dari Irak.

Tanya-jawab selama tiga jam dengan publik Rusia itu adalah yang keenam yang dilakukan Putin sejak ia menjadi presiden pada tahun 2000. Ia mengatakan kepada seorang penilpon penekanan Rusia agar dilakukan perundingan dengan Iran mengenai program nuklirnya lebih baik daripada ancaman dan sanksi yang diserukan oleh Washington.

Menjawab sebuah pertanyaan dari seorang tentara yang ditempatkan dekat tempat uji coba misil jarak jauh, Presiden Putih menjanjikan teknologi senjata nuklir baru sebagai bagian rencana meningkatkan pertahanan negaranya.

Sementara, dalam kesempatan terpisah, Presiden Vladimir Putin telah bertemu dengan PM Israel Ehud Olmert di Moscow, dalam upaya melunakkan kecemasan Israel mengenai program nuklir Iran.

Presiden Putin menyambut PM Olmert, mengakui kecemasan mendalam Israel akan Iran yang bernuklir. Kemudian, sebelum menutup pembicaraannya dengan para wartawan, ia menyatakan kesediaan untuk berbagi dengan pemimpin Israel itu hasil pembicaraannya awal pekan ini dengan Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad di Teheran.

PM Olmert mengumumkan perjalanannya ke Moscow hari Rabu, sebagai bagian mendorong sanksi PBB baru terhadap Teheran karena kecurigaan terhadap kegiatan nuklirnya. Pemimpin Israel itu telah mengirim Mentri LN Israel Tzipi Livni ke Beijing dengan misi yang sama.

XS
SM
MD
LG