Tautan-tautan Akses

Lebih 200 Militan, 40 Tentara Pakistan Tewas dalam Pertempuran


Hari ini, desa-desa Pakistan di dekat perbatasan dengan Afganistan mengadakan upacara pemakaman bagi puluhan orang yang meninggal dalam serangan militer beberapa hari terakhir ini.

Pihak berwajib militer Pakistan mengatakan, mereka berhasil membunuh lebih dari 200 orang militan al-Qaida dan pro Taliban dan serangan udara di Waziristan Utara. Serangan dimulai setelah militan pro-Taliban menyerbu konvoi kendaraan militer hari Sabtu di dekat kota Mir-Ali. Lebih dari 40 orang tentara Pakistan juga tewas dalam serangan itu.

Kekerasan bersenjata itu telah memaksa ribuan penduduk desa melarikan diri dari kampung suku mereka yang jauh terpencil. Para warga desa mengatakan, serangan-serangan udara itu telah menghancurkan rumah-rumah, menewaskan penduduk sipil dan menyebabkan banyak orang lain luka parah.

Mayor Jenderal Wahid Arshad adalah jurubicara militer Pakistan. Ia mengatakan ia tidak dapat mengukuhkan bahaw ada korban sipil yang tewas, namun yang pasti banyak penduduk terpaksa meninggalkan tempat tinggal mereka.

Secara terpisah, Perdana Menteri Pakistan mengatakan negara itu akan mengadakan pemilihan anggota parlemen awal Januari mendatang. Shaukat Aziz mengatakan sebuah pemerintah sementara akan diumumkan untuk menyelenggarakan pemilu. Dia tidak memberikan tanggal pasti.

Para anggota parlemen yang segera berakhir masa jabatannya, minggu lalu memberi masa jabatan selama lima tahun lagi kepada Presiden Pervez Musharraf. Namun pemungutan suara yang berlangsung di parlemen itu kontroversial karena mayoritas oposisi menolak berpartisipasi untuk memprotes keabsahan pencalonan diri presiden selama tetap memegang jabatan ganda sebagai panglima Angkatan darat.

Mahkamah Agung mengatakan hasil resmi baru akan diumumkan setelah lembaga itu memutuskan gugatan hukum mengenai syah tidaknya Presiden Musharraf mencalonkan diri.

Jenderal Musharraf mengatakan mantan perdana menteri Benazir Bhutto hendaknya menunda rencananya kembali ke Pakistan dari pengasingan sampai setelah pengadilan membuat keputusan. Dia memberikan komentar itu dalam wawancara yang disiarkan hari Rabu. Presiden Musharraf dan Benazir Bhutto telah mengadakan pembicaraan mengenai kemungkinan berbagi kekuasaan.

XS
SM
MD
LG