Tautan-tautan Akses

Pemimpin Dua Kelompok Syiah Irak Sepakat Hentikan Kekerasan


Para pemimpin dua kelompok Syi’ah Irak yang bersaing sepakat akan menghentikan kekerasan terhadap satu sama lain dan semua rakyat Irak, demi kebaikan negara itu.

Sebuah pernyataan Majelis Tinggi Islam Irak hari Sabtu mengatakan pemimpin kelompok itu, Abdel Aziz al Hakim, dan ulama radikal Moqtada al Sadr telah sepakat untuk bekerjasama melalui komite bersama dan mempersatukan para pendukung mereka di seluruh Irak.

Kedua faksi itu terkenal melakukan kekerasan. Dalam bulan Agustus bentrokan antara mereka mengakibatkan 51 orang tewas, dan lebih dari 200 orang lainnya luka-luka di kota suci Karbala.

Dalam berita lain, orang-orang bersenjata melepaskan tembakan ke arah sebuah konvoi yang membawa Gubernur Baghdad, Hussein al Taha dari golongan Syi’ah ketika dia meninggalkan pertemuan dengan para pejabat lokal di daerah yang sebagian penduduknya terutama warga Sunni. Gubernur tersebut selamat dari serangan tanpa cedera.

Sebelumnya, militer AS di Irak menyatakan, serangan udara Amerika dekat Baquba, di sebelah utara Baghdad Jumat kemarin menewaskan 25 warga militan dan menghancurkan dua rumah. Kata para pejabat, operasi di daerah Shiah Khalis itu ditujukan terhadap kelompok yang dituduh menyelundupkan senjata dari Iran .

Pernyataan militer mengatakan, kawanan bersenjata menyerang dengan menggunakan senapan dan granat roket, dan sedikitnya satu orang terlihat sedang mengangkut apa yang tampaknya sebagai senjata penangkis udara. Pihak berwajib Irak mengatakan, sekitar 30 orang luka dalam serangan udara sebelum subuh, dan beberapa warga sipil tewas.

Dalam berita lain, militer Amerika mengatakan, dua ledakan bom pinggir jalan menewaskan 3 tentara Amerika Jumat kemarin di Irak dan satu tentara lagi tewas ditembak, Kamis baru lalu di Baghdad selatan.

XS
SM
MD
LG