Tautan-tautan Akses

RI-AS Desak Cina dan India Perkuat Tekanan Terhadap Birma


Menteri Luar Negeri Indonesia Hasan Wirajuda mengatakan Amerika Serikat dan Indonesia yakin Cina dan India harus memperkuat tekanan terhadap Birma agar memperbaiki rekor hak azasinya. Menteri Wirajuda berbicara kepada wartawan Sabtu ini di Sydney tidak lama setelah Presiden Amerika George Bush dan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono melakukan pembicaraan.

Wirajuda mengatakan kedua presiden itu sepakat bahwa upaya konstruktif oleh ASEAN belum membuahkan hasil di Birma dalam beberapa tahun terakhir ini. Dia mengatakan bahwa Bush dan Yudhoyono juga sepakat bahwa mereka harus berbicara dengan Cina dan India, karena kedua negara itu adalah dua negara tetangga terbesar Birma.

Organisasi-organisasi HAM dan beberapa negara, termasuk Amerika, mengecam keras Birma karena rekor hak azasi negara itu.

Sementara di Birma, seorang pengacara pembela mengatakan enam aktivis perburuhan telah dijatuhi hukuman penjara mencapai 28 tahun karena mereka mengorganisir seminar di Kedutaan Amerika di Rangoon dalam tahun ini.

Pengacara itu mengatakan hari ini ke-6 orang itu didapati bersalah melakukan penghasutan. Penahanan tersebut tidak berhubungan dengan demonstrasi yang masih terjadi di Birma mengenai peningkatan tajam harga bahan bakar.

Para pejabat PBB mengatakan laporan-laporan menunjukkan bahwa 150 orang telah ditahan sejak warga Birma mulai memrotes peningkatan tajam harga bahan bakar tanggal 19 Agustus lalu.

XS
SM
MD
LG