Tautan-tautan Akses

Benazir Bhutto Rundingkan Kemungkinan Pembagian Kekuasaan di Pakistan


Mantan Perdana Menteri Pakistan yang tinggal di pengasingan, Benazir Bhutto, telah bertemu dengan para pejabat partainya untuk membahas perlunya melanjutkan pembicaraan dengan Presiden Pakistan Pervez Musharraf tentang kesepakatan pembagian kekuasaan. Farhatullah Babar, jurubicara Partai Rakyat Pakistan yang dipimpin Bhutto, menyampaikan kepada Associated Press, pembicaraan di London itu akan mempelajari apakah perundingan itu mencapai kemajuan.

Menurut Babar, Bhutto ingin tahu apakah pemerintah Pakistan menyetujui usulannya mengenai peralihan ke pemerintahan demokrasi. Jenderal Musharraf juga hari ini mengadakan pembicaraan dengan para pembantu seniornya mengenai masalah tadi. Awal pekan ini, Bhutto mengatakan Jenderal Musharraf telah bersedia mundur dari posisi pimpinan militer.

Namun seorang jurubicara Musharraf mengatakan, presiden Musharraf menolak tekanan apa pun untuk meninggalkan jabatan itu. Seorang lagi mantan Perdana Menteri yang tinggal di pengasingan, Nawaz Sharif, mengatakan, ia akan pulang ke Pakistan pada 10 September untuk menantang upaya pencalonan kembali Jenderal Musharraf. Ia menyangkal bahwa dia khawatir Musharraf akan menahannya saat ia tiba di Pakistan.

Sementara itu, mantan Perdana Menteri Pakistan Nawaz Sharif yang hidup di pengasingan mengatakan dia akan pulang ke Pakistan 10 September untuk menantang Presiden Pervez Musharraf yang berusaha dipilih kembali. Berbicara di London Kamis kemarin, Sharif menyangkal bahwa dia khawatir Jenderal Musharraf akan menahannya pada saat dia tiba di Pakistan.

Sharif menuntut Jenderal Musharraf agar meletakkan jabatan sebagai presiden dan kepala militer.

Mantan perdana menteri lain yang juga di pengasingan, Benazir Bhutto, mengatakan Jenderal Musharraf telah bersedia untuk meletakkan jabatan sebagai kepala militer sebagai bagian kesepakatan pembagian kekuasaan yang diusulkan.

Tetapi jurubicara Jenderal Musharraf mengatakan Kamis kemarin bahwa Musharraf menolak tekanan apapun untuk meletakkan jabatan sebagai kepala militer

XS
SM
MD
LG