Tautan-tautan Akses

Para Aktivis Birma Desak Dialog Untuk Mendorong Demokrasi


Para aktivis di Birma mendesak pemerintah pimpinan militer dan semua partai politik untuk mulai membahas cara untuk mendorong negara itu ke arah demokrasi. Dalam pernyataan hari ini, kelompok yang dikenal dengan nama “Mahasiswa Generasi 88” mendesak para pemimpin militer Birma untuk menciptakan lingkungan politik yang memungkinkan dilakukan diskusi yang “bebas, terus-terang, dan bersahabat.”

Pernyataan itu dikeluarkan pada saat Birma bersiap-siap memulai lagi sidang terakhir untuk merancang UUD. Pemerintah mengatakan konvensi itu akan menandai dimulainya jalan tujuh langkah ke arah demokrasi, yang akan berakhir dengan pemilihan. Tidak ada jadwal waktu yang telah disusun. Para pengecam menganggap proses pembuatan UUD itu main-main belaka, karena pemimpin pro-demokrasi Aung San Suu Kyi tetap dalam tahanan rumah dan tidak diikut-sertakan dalam sidang-sidang penyiapan konstitusi.

Sementara itu, diplomat-diplomat senior dari Amerika Serikat bertemu di Cina pekan ini dengan pejabat-pejabat dari Birma yang diperintah oleh militer untuk membicarakan masalah HAM dan penahanan pemimpin oposisi Aung San Suu Kyi. Jurubicara Departemen LN Amerika Tom Casey mengatakan kepada para wartawan hari ini, bahwa pejabat-pejabat Birma meminta pertemuan itu yang diadakan hari Selasa di Beijing.

Casey mengatakan para pejabat itu mengadakan tukar-menukar pandangan secara terus-terang, tetapi menambahkan bahwa Birma tidak memberikan indikasi siap membebaskan Aung San Suu Kyi atau tahanan-tahanan politik lainnya. Pertemuan tingkat tinggi itu adalah yang pertama kali sejak tahun 2003. AS mempunyai kebijakan yang sudah lama untuk tidak bertemu dengan pemimpin-pemimpin Birma di negara mereka sendiri kalau mereka tidak diperbolehkan mengunjungi Aung San Suu Kyi.

XS
SM
MD
LG