Tautan-tautan Akses

Parlemen Irak Adakan Sidang Khusus Mengutuk Pemboman Maut


Parlemen Irak menyatakan kutukan dan tekad dalam sidang khusus menyusul pemboman maut hari Kamis di gedung parlemen tersebut. Banyak anggota parlemen kembali ke gedung yang rusak di Zona Hijau Bagdad itu hari Jumat untuk solat ghaib bagi yang tewas, dan menyerukan persatuan.

Serangan bom yang kelihatannya dilakukan oleh pembom bunuh-diri di kafetaria gedung parlemen itu menewaskan Mohammad Awad, wakil Sunni Arab dari Partai Dialog Nasional, dan melukai sekitar 20 orang lainnya.

Kelompok pemberontak yang berafiliasi dengan al-Qaida yang disebut Negara Islam Irak telah menyatakan bertanggungjawab atas pemboman itu dalam pernyataan lewat situs internet Islamis.

Militer Amerika semula mengatakan 8 orang tewas, tetapi sekarang hanya bisa mengukuhkan bahwa hanya seorang yang tewas. Penyelidikan mengenai serangan bom itu sekarang sedang dilakukan. Jenderal ranking kedua dalam pimpinan militer Amerika di Irak, Ray Odierno mengakui hari Kamis merupakan “hari sangat buruk”. Dia berkeras kemajuan mantap dibuat dalam memperbaiki keamanan.

Juru bicara militer Amerika, Mayor Jenderal William Caldwell, mengatakan para pejabat mencurigai penyerang mengenakan rompi bom bunuh diri. Para pejabat Amerika dan Inggris menyebut serangan itu ulah ekstremis yang menentang demokrasi Irak. Kaum Demokrat di Washington menyebut pemboman itu sebuah indikasi bahwa perang tersebut semakin buruk.

XS
SM
MD
LG