Tautan-tautan Akses

Pemerintah Irak: Jam Malam di Baghdad Akan Dipersingkat


Pihak berwajib Irak mengatakan mereka akan mempersingkat jam malam di Baghdad – suatu pertanda bahwa operasi keamanan Amerika-Irak mempunyai dampak positif di ibukota. Para pejabat mengatakan mulai hari Rabu jam malam akan dimulai pukul 22:00 waktu setempat, selama tujuh jam, tidak lagi dimulai pukul 20:00 waktu setempat sampai 10 jam.

Operasi keamanan itu dimulai pertengahan Februari dan dimaksudkan untuk menghentikan kekerasan sektarian dan mematahkan sel-sel pemberontak. Pihak berwenang mengatakan sekitar 20 orang tewas atau ditemukan mati di Irak hari Selasa. Militer Amerika mengumumkan kematian empat tentara Amerika di Irak, termasuk dua yang tewas dalam operasi tempur hari Senin di provinsi al-Anbar. Pihak militer juga mengatakan pasukan koalisi menewaskan delapan teroris dan menahan 13 tersangka dalam operasi di daerah Arab Jabour di Baghdad.

Sementara itu di Washington, Presiden Bush mengatakan tentara Amerika akan menderita jika Kongres tidak mengesahkan RUU pendanaan tanpa syarat, bagi perang di Irak dan Afghanistan. Dalam pernyataan di Taman Mawar Gedung Putih hari Selasa, Bush mengkritik Kongres Amerika karena mengambil liburan musim bunga tanpa mengesahkan RUU pendanaan yang tidak mencatumkan syarat, sesuai permintaannya.

Baik Senat maupun DPR telah mengesahkan dua-versi RUU pendanaan militer tetapi mencatumkan jadwal penarikan mundur bagi Irak. Bush hari ini mengulangi janjinya untuk memveto setiap ruu yang mencantumkan batas-waktu, dan mengatakan hal itu akan berarti sebagian keluarga militer mungkin harus menunggu lebih lama sebelum orang-orang yang mereka kasihi kembali dari garis depan.

Pemimpin Partai Demokrat di Senat, Harry Reid hari Senin berjanji jika Presiden Bush memveto RUU pendaaan itu, para anggota Kongres akan merancang RUU yang memotong habis semua pendanaan Irak awal tahun depan.

XS
SM
MD
LG