Tautan-tautan Akses

Gedung Putih Tolak Komentari Dugaan Keterlibatan Iran dalam Penyergapan di Karbala


Para pejabat Amerika mengecilkan laporan media bahwa Washington sedang menyelidiki kemungkinan keterlibatan Iran dalam serangan di Irak yang menewaskan lima tentara Amerika. Di Departemen Luar Negeri, seorang pejabat senior Amerika mengatakan dia tidak tahu apapun untuk menyimpulkan bahwa Iran terlibat, dan menyebutnya sebagai “perkiraan”.

Jurubicara Gedung Putih Tony Snow mengatakan dia tidak akan mengomentari apa yang dia sebut “spekulasi” mengenai keterlibatan Iran dalam serangan Sabtu lalu di Karbala itu. Harian New York Times dan CNN memberitakan bahwa Departemen Pertahanan Amerika sedang berusaha memastikan apakah serangan itu dilakukan oleh orang-orang Iran atau agen-agen yang dilatih Iran. Militer Amerika mengatakan serangan itu terkoordinasi dengan baik, dimana para penyerang mengenakan seragam gaya militer Amerika dan mengendarai kendaraan serupa dengan kendaraan yang digunakan pasukan Amerika.

Sementara itu, para pejabat keamanan Irak mengatakan serangkaian serangan bom mobil melanda wilayah yang umumnya berpenduduk Syiah di Bagdad hari ini, sementara sementara serangan mortir menghantam sebuah permukiman Sunni. Serangan-serangan bom mobil itu melukai lebih dari 20 orang di tiga tempat terpisah di ibukota itu, sementara serangan mortir menewaskan empat orang di distrik Azamiyah. Di Muqdadiyah, seorang pembom bunuh diri meledakkan truk minyaknya di pos pemeriksaan dekat pangkalan militer Irak, menewaskan dirinya dan mencederai enam tentara.

Secara terpisah, militer Amerika mengatakan seorang marinir dan dua prajurit Amerika merupakan korban terbaru prajurit Amerika di medan tempur Irak. Hari Selasa, pemberontak melancarkan beberapa serangan di Irak, yang menewaskan lebih dari 50 orang, banyak diantara mereka muslim Syiah yang sedang melaksanakan ritual hari suci Syiah, Ashura.

XS
SM
MD
LG