Tautan-tautan Akses

Gedung Putih Rencanakan Perubahan Strategi di Irak Awal 2007

  • Sondang Sirait dan Yuni Wilcox

Tahun 2007 diperkirakan akan membawa angin perubahan bagi strategi Amerika di Irak. Sambil mempertimbangkan isi rekomendasi Kelompok Pengkajian Irak, Presiden Bush minggu ini bertemu dengan sejumlah tokoh Amerika dan Irak.

Untuk pertama kalinya, ia mengakui perlunya pendekatan baru.

“Usulan itu merupakan bagian penting, komponen penting, dalam merumuskan cara baru di Irak. Seperti mayoritas rakyat Amerika, pemerintahan ini ingin berhasil di Irak, karena kami percaya keberhasilan di Irak akan membantu melindungi Amerika Serikat dalam jangka panjang,” tegas Presiden Bush.

Salah satu wacana yang berkembang di Washington saat ini adalah apakah Amerika perlu menggandeng tetangga terdekat Irak, Iran dan Suriah, dua dari tiga negara yang sempat disebut Presiden Bush sebagai poros jahat.

Duta besar Suriah untuk Amerika, Imad Moustapha, yang selama ini dikenal kritis terhadap Gedung Putih, mengaku siap membuka diri.

“Kami dapat membantu mengamankan situasi di Irak, membantu proses politik di Irak, namun kami perlu bertemu dengan para pejabat Irak, dan bahkan pejabat Amerika, untuk mencari jalan keluar bersama,” ujar Moustapha.

Tapi menurut sebagian pengamat, apapun strategi baru itu, seharusnya bukan ditujukan untuk mencari kemenangan.

“Saya rasa pertanyaannya bukan menyangkut bagaimana untuk mengontrol hasil, tapi lebih mengenai bagaimana mencapai sesuatu yang positif, untuk menghindari bencana yang lebih besar di Irak atau di kawasan itu, untuk mencegah perluasan konflik,” kata Shibley Telhami, seorang pengamat politik Timur Tengah di University of Maryland.

Sementara itu, jurubicara Gedung Putih Tony Snow membantah anggapan Presiden Bush tidak memiliki strategi yang meyakinkan. “Presiden Bush sedang bergerak dalam arah yang benar,” tegas Snow.

Bahkan, menurut sebagian pengamat, Bush sangat menganggap serius konsekuensi kebijakannya di Irak.

“Presiden Bush tidak lagi menghadapi pemilihan umum. Ia sekarang lebih memikirkan kemenangan, tentang sejarah yang akan ia tinggalkan, konsekuensi strategis dalam jangka panjang,” kata Thomas Donnelly, pengamat American Enterprise Institute.

Presiden Bush direncanakan akan mengumumkan strategi baru di Irak awal bulan Januari 2007.

XS
SM
MD
LG