Tautan-tautan Akses

Mungkinkah Indonesia Berperan di Irak?

  • Sondang Sirait dan Yuni Wilcox

Inisiatif Presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono agar Indonesia dapat membantu menyelesaikan konflik Irak disambut baik oleh pengamat hubungan Indonesia-Amerika, dan juga di kalangan Muslim Amerika.

“Irak merupakan sumber ketidakstabilan di dunia, terutama di kalangan negara Muslim. Dan Indonesia sebagai pemain besar di dunia Muslim, memiliki peran untuk membantu menstabilkan situasi di sana. Penting bagi Indonesia untuk terlibat. Mereka memiliki pengaruh besar bukan hanya di kawasan Asia Tenggara, namun juga di seluruh dunia,” ujar Ibrahim Hooper dari Council on American-Islamic Relations.

Selain posisi Indonesia sebagai negara dengan penduduk Muslim terbanyak di dunia, kebijakan luar negeri Indonesia yang selama ini aktif tanpa berpihak, menjadikannya calon penengah yang baik.

“Indonesia dapat berperan di balik layar, merekonsiliasi perbedaan-perbedaan yang ada, mempertemukan pihak-pihak yang bertentangan. Indonesia dapat melakukan itu. Indonesia punya pengalaman selama ini, lewat keterlibatannya dalam operasi penjagaan perdamaian dan lain-lain,” kata Ed Masters, mantan duta besar Amerika untuk Indonesia.

Namun Washington juga terus memantau implementasi kebijakan luar negeri Indonesia, termasuk langkah Presiden SBY baru-baru ini, membeli persenjataan dari Rusia. Meskipun mengundang tanda tanya, sejumlah pihak berpendapat, ini bagian dari skema besar diplomasi Indonesia.

“Politik Timur Tengah mengharuskan suatu negara untuk dapat bekerja dengan Rusia, dan juga negara-negara lain yang punya kepentingan di kawasan itu. Jadi bila Indonesia memiliki hubungan baik dengan Rusia, itu tetap konsisten dengan peran Indonesia secara internasional,” tegas J. Stapleton Roy, yang juga pernah menjabat sebagai duta besar Amerika untuk Indonesia.

Sejauh ini Amerika menyambut baik niat Indonesia untuk ikut memikirkan jalan keluar bagi konflik Irak. Tapi mengingat kebijakan Presiden Bush selama ini banyak mengundang kontroversi, bahkan penolakan di Indonesia, Washington kini menanti proposal apa yang akan diajukan pemerintahan SBY di Jakarta.

XS
SM
MD
LG